Ingin Hidup Lebih Sehat ? Pilih Multivitamin Yang Tepat, Yuk

ther

Sejak saya sadar bahwa kejahatan di dalam angkutan umum (angkot) semakin beragam, posisi kursi di depan -sebelah Pak Supir- selalu menjadi favorit saya setiap kali naik angkot. Kalau enggak lagi urgent, saya bisa keukeuh nyuekin angkot-angkot yang kursi depannya sudah terisi penumpang lain dan lewat di depan mata saya.

Kursi depan di angkot itu memang posisi wuenak buat saya yang doyan mencari inspirasi. Semakin berasa wuenak terutama kalau saya lagi kurang tidur dan ‘kepingin numpang bobok syantiek’ ketika menuju suatu tempat. Biar judulnya bobok syantiek tapi tetap aja posisi badan yang duduk tegak lama-kelamaan miring ke kanan atau ke kiri. Kadang juga disertai mulut yang terbuka sekian senti. Nah, coba deh kalau saya duduk tertidur di kursi belakang bersama penumpang lain. Kesian mereka dong ya.

Kebiasaan saya yang sering bobok syantiek di angkot, muncul setelah saya menjadi Ibu dan hobi nge-ronda alias begadang. Rutinitas saya sebagai seorang Istri dan Ibu, kurang lebih sama ya dengan Ibu Rumah Tangga lainnya tanpa ART. Bedanya, mungkin Ibu-ibu lainnya sudah memakai mesin cuci untuk mencuci pakaian kotor. Saya masih mencuci manual pakai tangan. Ini sangat menyita waktu sih. Apalagi kalau mencuci baju bekas mbengkelnya Bapak Gondrong. Kudu digosrek-gosrek sampai noda olinya hilang. Enggak mempan pakai aneka merk penghilang noda, kecuali baju beliau jadi rusak bolong-bolong. Nah, biar kegiatan mencuci pakaian kotor enggak mengambil jatah waktu saya bersama Mada, saya selalu mencuci di malam hari setelah Mada tidur. Kira-kira di atas jam 9 malam.

Di luar tugas-tugas kenegaraan itu, saya pun melakukan 3 pekerjaaan yang semuanya dilakukan di depan laptop. Alhamdulillah, pekerjaan ini juga dilakukan sembari menunggu Pak Suami yang selalu pulang kerja paling cepat jam 12 malam. Jadi, beliau tidak terganggu. 3 pekerjaan ini yang selalu ngangenin ketika saya lagi liburan bersama keluarga :

  1. Sebagai transkriptor, saya harus menyalin setiap detik percakapan dari file rekaman milik klien yang berasal dari (mostly) law firm dan BUMN. Pekerjaan ini hanya bisa dilakukan di malam hari setelah Mada tidur.
  2. Sebagai blogger pemula, saya harus menulis (update) blog dan pastinya rajin mengenalkan diri dengan cara menghadiri undangan ke acara blogger/seminar/workshop. Juga, bewe alias blogwalking supaya blogger lain ngeh ‘oh itu yang namanya maria soraya’. Kegiatan bewe ini kelihatannya sepele, tapi butuh waktu khusus lho. Kegiatan blogging saya lakukan 2 kali dalam sehari, yaitu pagi dan malam untuk bewe. Untuk update blog, saya lebih memilih malam hari.
  3. Sebagai seorang penulis, saya membuat artikel untuk majalah dan juga menulis buku anak. Sebelum artikel bisa tayang satu halaman full di majalah atau koran, ada proses panjang di dalamnya. Kegiatan menulis artikel lebih menitikberatkan pada kegiatan riset. Alhamdulillah, saya bisa menulis setiap saat dan enggak butuh mood supaya saya bisa lancar menulis.

Terbiasa dengan ngeronda setiap malam, akhirnya saya kena batunya. Sabtu pagi (15/10), saya sudah siap akan menghadiri undangan blogger pada HUT Komnas Perempuan di Menteng. Saya berangkat mbolang, naik angkot mikrolet M20 Ciganjur-Ps.Minggu dan dilanjutkan dengan Kopaja P20 Senen-Lebak Bulus. Sepanjang perjalanan, berkali-kali saya menguap dan mata pun terasa berat. Tumben, angin sepoi-sepoi selama perjalanan yang cukup panjang itu tidak juga membuat saya tertidur di jalan. Meskipun, saya sudah sarapan komplit, tubuh saya justru terasa lemas. Perut pun mual. Ah, saya anggap itu gejala masuk angin campur migren yang biasa nongol kalau saya ngeronda.

Di Jl. Cilandak Raya seberang SMK Ragunan, saya turun dari angkot M20. Saat sedang berdiri menunggu Kopaja P20, mata saya kunang-kunang. Pandangan mulai berputar dan sekeliling tiba-tiba berubah gelap. Detik selanjutnya, tubuh saya terasa seringan kapas. Beberapa orang terdengar berteriak memanggil bantuan.

Seperti mimpi buruk rasanya, tergeletak tak berdaya di hadapan orang-orang asing …

Ketika saya tersadar, saya mencium aroma minyak kayu putih. Kepala masih terasa pusing. Seorang Ibu memberikan saya segelas air teh manis hangat. “Tadi Mbak pingsan di depan warung saya. Ditolongin sama Satpam kantor sama tukang ojek.”

Saya tersenyum lemah. “Makasih ya Bu.” Ibu Ita -nama Ibu yang menolong saya- beranjak keluar dari kamar tempat saya tiduran. Ia kembali lagi membawa tote bag kuning dan tas laptop.

“Istirahat di sini aja dulu Mbak. Ibu ke dalam dulu,”

Segelas teh hangat segera tandas dalam sekejap. Lalu, saya membuka tote bag, mengecek isinya dan menemukan satu strip Theragran-M terselip diantara barang-barang yang ada di dalam tas. Tas saya mirip kantong Doraemon. Selain, perlengkapan make up dan segala jenis colokan kabel, saya selalu membawa obat-obatan semacam minyak kayu putih, obat cair untuk masuk angin, plester, koyo dan juga Theragran-M multivitamin mineral. Saya sadar diri, dengan rutinitas saya yang padat dan doyan nge-ronda, penting punya ‘safety box’.

Saya membuka satu tablet salut Theragran-M lalu menelannya dengan segelas air putih. Yeah, sebaiknya tidak berlama-lama memegang tablet salut Theragran-M, soalnya bakal meninggalkan bekas warna di tangan apalagi kalau tangan mudah berkeringat. Tidak seperti tablet multivitamin merek lain, Theragran-M terasa manis di lidah. Sehingga, kalau terpaksa minum tanpa air pun enggak bakal nyangkut di leher.

Oh iya, Ibu saya (apoteker) pernah bilang, sebaiknya berhati-hati dalam memilih obat-obatan. Pilih obat-obatan yang ada label halal, karena saat ini masih banyak obat-obatan terutama dalam bentuk kapsul yang menggunakan gelatin. Alhamdulillah, Theragran-M produksi dari PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk sudah ada label halal dari MUI. Semakin yakin dong ya saya.

Selain label halal, kandungan vitamin dan mineral yang terdapat pada Theragran-M sangat komplit. Cocok untuk menjaga daya tahan tubuh di segala cuaca. Bahkan, bisa juga menjadi vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit. Jadi, enggak perlu tambahan suplemen lain. Tubuh yang mudah sakit dan tidak fit itu dikarenakan kurang asupan nutrisi yang baik.

theragranm

Satu jam setelah minum Theragran-M, tubuh saya terasa enakan. Terbukti ya, Theragran-M itu  vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Contohnya, setelah pingsan dadakan itu tubuh saya langsung kembali fit. Sembari menunggu taksi online datang, saya menyantap nasi dan soto daging buatan Ibu Ita.

Setelah kejadian saya pingsan dadakan, ke depan saya kudu mengurangi jam nge-ronda. Enggak mau dong ah ya, suatu hari saya pingsan lagi cuma gara-gara ngoyo mengerjakan semua pekerjaan dalam 24 jam. Pun, mengabaikan alarm tubuh yang berbunyi ‘tseuss, sekarang jamnya kamu kudu istirahat‘.

Tahu dadakan (mungkin) rasanya enak seperti lagunya yang nge-heits dimana-mana.
Pingsan dadakan ? Ah, enggak enak dong.
Sedia payung sebelum hujan, sedia Theragran-M sebelum sakit datang.
Karena, My Healthiness My Precious Moment

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho.

Iklan

67 comments

  1. Bener mba, tablet salut gulanya TheragranM ini manis ya awalnya, enak. #eh

    Btw aku malah ga begitu suka duduk di depan loh kalo naik angkot, entah kayaknya kurang sensasi angkotnya 😂😂
    Tp sekarang dah lama ga naik angkot 😦 kangen juga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s