Aan Diha : Berdakwah Melalui Buku Komik, Hingga Ke Negeri Sakura

aan-diha

Tahun lalu, saya meresensi bukunya Mbak Anisa Widiyarti yang berjudul ‘My Money, Irit Bukan Pelit’. Pertama kali dimuat di Kompas Anak. Dan, sepertinya menjadi resensi buku anak yang terakhir, karena sisipan Harian Kompas itu akhirnya tutup usia. Salah satu blog yang menjadi referensi saya dalam menulis resensi buku itu https://oyakonohanashi.wordpress.com  milik Mbak Aan Wulandari atau lebih dikenal dengan Aan Diha. Saya juga follow blognya, karena banyak informasi menarik seputar dunia menulis. Seperti behind the story menulis sebuah picture book atau tips menulis. Jadi, meskipun Mbak Aan sudah lama banget enggak update blog-nya, ya tetap enak dibaca ya.

Buku-buku karya Mbak Aan Diha cukup banyak jumlahnya, baik berupa buku antologi, buku solo maupun yang ditulis bersama penulis lainnya. Bahkan, Mbak Dian pernah berkomentar soal Mbak Aan di blognya :

“Saya suka kerja bareng Aan. Dia pinter. Selain itu, rajin. Tau-tau udah selesai saja naskahnya. Padahal, Aan kan sibuk jadi freelance editor juga. Mommy rempong juga tuh.”

Dikaruniai sepasang anak ganteng dan cantik, Mbak Aan pastinya harus membagi waktu dengan baik untuk urusan keluarga dan kegiatan menulis. Apalagi sekarang Mbak Aan sedang hamil. Simak ‘wawancara’ ala ala saya dengan Mbak Aan Diha, yuk.

1.    Apa kabar Mbak Aan ? Masih sempat nulis selama jadi bumil ??

Alhamdulillah baik. Ketika mulai hamil, saya berpikir akan berusaha untuk terus menulis.
Kebayang, sepertinya lebih repot kalau ada anak kecil, dibandingkan saat hamil. Senangnya, Allah mengabulkan keinginan saya. Dalam tiga bulan ini, ada tiga proyek menulis yang harus saya kerjakan. Walaupun sempat ada sedikit masalah dengan kehamilan, di usia lima 4 bulan, sudah kencang terus. Gerak sedikit, kebanyakan berdiri atau duduk, langsung kenceng. Saat ini juga, saya kebetulan tukeran ‘alat perang’ dengan anak. Laptop saya dibawa dia ke luar kota, saya pakai komputer dia. Sempat tersendat juga menulisnya.

Alhamdulillah, ada sebuah netbook jadul yang biasa dipakai suami kalau ke lapangan yang bisa saya pakai. Jadi, saya bisa menulis di tempat tidur, sambil berbaring atau duduk. Selain itu, saya menyiasati juga dengan menulis di kertas. Ketika fit, saya tulis di netbook.

2. Tahun kemarin, buku komik Sunnah Itu Mudah diterbitkan dalam bahasa Jepang. Ceritain behind the story-nya dong Mbak ?

Waktu tinggal di Jepang, saya mempunyai kenalan seorang teman yang sangat concern dengan dakwah. Salah satunya adalah dengan berusaha membuat buku-buku anak Islami berbahasa Jepang. Tentunya, di sana belum ada. Sebenarnya, pembicaraan ini sudah bertahun-tahun lalu kami lakukan. Awalnya, teman saya tertarik dengan buku saya “99 Nama Indah Allah”. Qadarullah, rencana itu belum bisa terwujud.

Alhamdulillah, tahun lalu, dengan proses yang lumayan cepat, karena diberi kemudahan oleh Allah dalam segala hal, buku ini berhasil cetak dalam bahasa Jepang. Pihak penerbit membantu sekali dalam hal ini. Mereka sangat mendukung alih bahasa ini.

12376109_948633138558726_2230079089216694223_n

Penampakan Buku Komik ‘Sunnah Itu Mudah’ versi Bahasa Jepang

 

3. Buku paling berkesan yang pernah ditulis buku yang mana nih Mbak ?

Buku pertama selalu mempunya kesan tersendiri, ya. “99 Nama Indah Allah” adalah buku bergambar saya pertama sekali. Yang membuat amazing, buku ini langsung laku di pasaran. Hanya dalam waktu beberapa bulan, langsung cetak ulang. Beberapa tahun kemudian, cetak ulang ke tiga, dengan cover buku yang berbeda.

Oh ya, buku ini juga mengajarkan saya ‘jualan’ hihi. Saya awalnya enggak yakin bisa jualan buku. Ternyata, bisa juga. Dan kebablasan sampai sekarang.

4. Tahun ini berapa banyak buku yang sudah terbit dan akan terbit ?

Berapa, ya? Ngitung dulu, hehehe.

Tidak begitu banyak, sih, Mbak. Saya sempat berhenti menulis karena menikmati menjadi editor lepas. Atas kompor dari dua sahabat saya, Mbak Dian Kristiani dan Teh Tethy, saya pun mulai lagi menulis. Dan tahun ini, baru mulai bermunculan bukunya.

Kalau tidak salah 4 buku dan satu serial (ada 6 judul). Insya Allah akan terbit buku duet saya dengan Mba Dian K, satu buku. Satu serial karya sendiri ada 7 judul.

5. Dan, gimana persiapannya untuk ultah BIP tahun ini ? Ada dresscodenya ya Mbak

Subhanallah, saya belum pernah ikut gathering. Dulu alasannya anak-anak tidak bisa ditinggal. Tahun ini, saya sudah niaaat banget mau ikut, dengan ngajak anak-anak juga. Ketika tahu saya hamil pun, tetap niat ikut. Karena dihitung-hitung, usia sudah 6 bulan, pas ‘enak-enak’-nya buat jalan. Ternyata, belum kesampaian. Hamil di usia 40 emang beda, ya, hihi. Saya malah nyaris tidak bisa ke mana-mana selama ini. Bahkan antar jemput anak pun sebisa mungkin saya delegasikan. Belum rezeki kumpul bareng teman-teman.

Dari penuturan Mbak Aan di atas, untuk berbagi kebaikan itu enggak harus menjadi ulama atau ustadzah. Melalui sebuah buku (komik) religi, Mbak Aan bisa berdakwah hingga ke Negeri Sakura. Siapa mau coba ?

Yang ingin kepoin dan beli buku-buku Mbak Aan Diha, bisa mampir Facebooknya di : Aan Diha  atau ke Toko Buku Online seperti Gramedia.com, selamat membaca !

xoxo,

Maria Soraya

Iklan

6 comments

  1. Waaaah keren banget komiknya sampe diterjemahkan ke bahasa jepang ya mak.. Ternyata berdakwah itu bisa melalui banyak cara ya.. Kagum sama mbak Aan.. Makasi infonya ya mak Mariaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s