Lakukan 3 Hal Ini, Ketika Batita Anda Berbicara Kasar

batita copy

Keinginan setiap orangtua terutama Ibu saat anaknya mulai lancar berbicara, yaitu si anak bisa berbicara kalimat yang baik dan pastinya menjadi anak yang santun. Makanya di toko buku banyak buku anak yang temanya how to say 3 magic words. Terimakasih. Maaf. Tolong. Anak yang santun itu mudah masuk ke berbagai lapisan sosial. Banyak teman. Dan jadi dambaan setiap orangtua lainnya. Anak yang santun itu juga bisa jadi karakter dari orangtuanya.

Beberapa waktu lalu, saya mendapat cerita dari seorang teman yang baru pindah rumah. Tadinya tinggal di perkampungan, sekarang tinggal di komplek yang letaknya bersebelahan dengan perkampungan. Lokasi rumah sebelumnya dan sekarang berbeda kota. Dia berharap dengan tinggal di dalam komplek, anaknya yang masih berumur 2.5 tahun bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik di lingkungan yang baik pula. Yeah, komplek gitu lho.

Dan, masalah muncul ketika suatu hari, dia baru sadar hampir setiap sore gerombolan anak-anak SD dari kampung sebelah lewat samping rumahnya. Mereka kadang bermain di lapangan komplek yang jarang dipakai anak-anak kompleknya sendiri. Atau numpang lewat buat motong jalan tembus. Si ibu muda itu sempat mendengarkan obrolan ala anak kampung dengan bahasa sekenanya. Dia pun mulai khawatir saat anaknya pernah kecolongan berteriak anjing pada nanny-nya. Atau neneknya pun pernah dipanggil goblok. Duh, secara gitu ya dalam kamus hidupnya enggak pernah mampir kalimat semacam itu. Sebelum dan sesudah berumah tangga.

“Piye iki jeung Ayya ? Mosok aku kudu pindah rumah lagi ?” tanya Si Ibu Muda itu cemas.

Saya menimpalinya dengan santai. “Yaudah anakmu kan masih batita, alihin aja sih ya. Toh kalian sebagai ortunya enggak bicara dalam bahasa kasar. Ibumu dan mertuamu juga kan ? Mereka sangat halus dan well groomed.”

Si Ibu Muda masih galau.

“Jeung, yang paling penting kalau tiba-tiba anakmu ngomong bad words, sampeyan jangan panik. Biasa saja. Hati boleh panik, tapi di depan anakmu woles wae lah.”

Si Ibu Muda menjawab singkat. “Hummm, I’ll try Ibu Mada.”

Selain Si Ibu Muda di atas, masih banyak ya penyebab anak tau-tau bisa ngomong kasar. 3 hal ini yang perlu dilakukan ketika batita Anda berbicara kasar, entah dengar dari orang lewat atau dari orang di sekitar Anda :

Pertama, jangan PANIK kalau batita atau balita Anda tiba-tiba ngomong kasar. Jangan menunjukkan reaksi yang berlebihan. Karena kadang anak Anda justru memang butuh reaksi dari orang di sekitarnya ketika dia do something.

Kedua, cari tahu, darimana mereka bisa ngomong seperti itu. Misalnya dari televisi atau gadget, berarti harus difilter dulu. Kalau dari pengasuh, langsung tegur, jangan ada perasaan enggak enak. Kalau dari lingkungan tempat tinggal, percaya sama saya. Selama anda dan suami tidak ada kebiasaan ngomong kasar. Enggak bakal menular deh itu kebiasaan ke anak Anda. Nah, kalau justru dari anggota keluarga sendiri (misal : Nenek Kakek) seperti yang saya alami ?  Bisa dimulai dengan menegur pelan atau kurangi intensitas bertemu dengan mereka.

Ketiga, kalau anak Anda batita, alihkan dengan hal lain seperti yang saya lakukan di atas. Anak batita itu masih tergantung sama yang dominan mengasuhnya. Dalam hal ini, Mada diasuh saya. Kalau anak Anda balita atau usia sekolah awal, beritahu kenapa mereka enggak boleh ngomong seperti itu.

(Tulisan sebelumnya dirombak total untuk alasan tertentu)

xoxo,

Maria Soraya

Iklan

6 comments

  1. kl kita marah2 malah anak hepi merasa dapst perhatian. kt teman saya mah gitu. so kl anaknya ngomong jelek dia pasang tampang lempeng trus nanya “apa maksudnya?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s