mada
Segala drama orang dewasa saat Mada masih menjadi bayik piyik sampai toddler 1an tahun sudah lewat. Membesarkan anak itu hal yang menyenangkan, karena kita sebagai orangtua -Ibu- banyak belajar pada anak. Yang bikin masa-masa itu menjadi suram adalah ketika saya ‘sendirian’ menghadapi intervensi dan tekanan orang-orang dewasa yang tidak sependapat dengan apa yang saya jalankan. Dianggap tidak becus ngurus anak. Dianggap tidak pantas punya anak. Etc. Yes, I’ve been there *pelukeratmada.
Sekarang Mada udah lancar ngomong, meskipun kadang masih blabbing. Sekarang Mada bisa nunjukkin apa yang dia suka dan enggak suka. Bahkan, sekarang Mada udah bisa belajar egois. Enggak apa deh yaaa anak itu belajar egois di usia sekarang. Sikap egois itu kadang perlu selama enggak merugikan orang lain. Seperti sekarang ini kalau Mada lagi naik sepeda orang dan ada yang merebut, dia bisa keukeuh enggak mau ngalah.
Selain egois, masih ada 24 hal yang terjadi sama Mada setelah genap berumur 2 tahun.
1. Si Embu dan Pak Gondrong
Saya dapat panggilan baru dari Mada yaitu Embu. Dia tetap panggil bapaknya Pak Gondrong, belum bisa fasih sih. Masih Pak Gon Gon.
2. Mudah berbaur
Beberapa kali, saya ajak Mada ke playground yang outdoor atau indoor. Supaya dia bisa berbaur ke segala lingkungan sosial. Alhamdulillah, dia bisa dengan mudah berbaur dengan anak seumurannya atau para anak-anak yang Mada panggil “kakak”.  Enggak lihat itu anak dekil atau kinclong. Mada tetap mau main.
3. Kosakata bertambah banyak. Bisa ngucapin 2 kata atau 3 kata secara jelas
Saya sempat khawatir lho, Mada susah ngomong. Secara ya, dunia Mada itu cuma ada di rumah sendiri + rumah neneknya + rumah Mama. Dia lebih banyak bergaul sama orang dewasa daripada yang seumuran. Ternyata, setelah lancar ngomong, cerewetnya minta ampoooon.
4. Suka nyuruh-nyuruh
Untuk hal-hal yang enggak kejangkau tangan atau badan, Mada mulai suka nyuruh orang di sekitarnya. Kadang sih dia suka ngetes juga. Apakah reaksi yang disuruh itu cuek atau langsung bergerak grak.  Biasanya saya minta Mada usaha dulu baru saya tolongin.  Saya selalu ingetin supaya bilang Tolong.
5. Suka rapih-rapih
Mada di rumah itu kalau lagi bagus, suka rapih-rapih. Rapihin kasur. Rapihin mainan. Rapihin sepatu ke rak sepatu. Ngelap air yang tumpah. Ngepel. Kalau lagi di rumah neneknya, suka manja. Abis main, ngibrit kemana.
6. Suka berdoa
Dari jamannya masih bayi piyik, Mada dibiasain berdoa tiap abis adzan maghrib. Sekarang enggak cuma abis adzan maghrib. Selama dia melek dan dengar suara adzan, langsung deh ya angkat tangan ke atas. Komat kamit. Suaranya kadang kedengaran. Kadang mulutnya duank yang gerak-gerak kayak Mbah Dukun. Tiap mau bobo juga berdoa. Mau makan juga berdoa. Habis cebok berdoa.
7. Doyan main di luar
Yeah, karena dia udah bisa lari dan suka jalan-jalan jadinya Mada lebih suka main di luar. Favoritnya sih playground di taman kota.
8. No GTM
Apa aja dimakan kecuali yang pedas sama asam. Favoritnya makanan yang kriuk. Masih enggak suka sama coklat batangan. Doyan sama permen yuppie.
9. Hafal 15 lagu anak dan 5 lagu dewasa
Harusnya anak 2 tahun memang enggak boleh dengar lagu dewasa, tapi Pak Gondrong kurang sependapat sama saya soal itu. Pak Gondrong pun kena batunya setelah Mada seneng ngomong anjing dari potongan lirik awal “Bang Bang Tut”-nya Slank. Di keluarga Pak Gondrong, hanya orang dewasa yang boleh ngomong anjing. Anak kecil bolehnya bilang guk guk.
Akhirnya pelan-pelan Mada dialihin tiap mulai nyanyi lagu Bang Bang Tut.
Lagu anak :   Balonku, Topi Saya Bundar, Kepala Pundak Lutut Kaki, Jerapah, Paman Datang, Jangan Takut Gelap, Naik Kereta Api, Pada Hari Minggu, Heli Guk Guk, OST Ninja Hattori, Bendera Merah Putih, Selamat Ulang Tahun, Gembala (Upin Ipin), Anak Ayam (Upin Ipin), Bangau oh Bangau (Upin Ipin)
Lagu dewasa : Yellow Submarine, Learn To Fly, Waktu Ku Mandi, Nenek Moyang versi dewasa dan OST Kustomfest 2015.
10. Bisa bercerita dengan baik
Tiap datang ke rumah eyangti, pasti selalu ditanya.
Eyangti : Mada kesini naik apa ?
Mada : Angkot
Eyanti : warna apa angkotnya ?
Mada : Biru
Eyangti : Yang bayar angkotnya siapa ?
Mada : Embu
Meskipun pertanyaan ini diulang tiap Mada datang, tapi bocahnya ya senang.
11. Hobi bertanya “Apa itu” atau “Apa ini”
Sebelumnya tiap Mada bertanya sesuatu, dia cuma nunjuk-nunjuk sambil bilang ‘uhhh uhhh’. Trus, saya ajarin cara ngucapin ‘Apa ini’ atau ‘Apa itu’. Kalau objek yang ditanya jauh, dia bilang ‘Apa itu’. Kalau objeknya dekat, dia nanya ‘Apa ini’.
12. Eyes to eyes, please.
Kalau dia manggil siapa gitu, yang di panggil bukan cuma kudu jawab tapi eyes to eyes alias nengok. No response ? Dia bakalan manggil berulang kali.
13. Lagi suka jadi bocah sok-bisa.
Makan sendiri. Pakai topi sendiri. Pakai sepatu sendiri. Pakai kaos kaki sendiri. Pakai kacamata hitam sendiri. Kalau saya lagi enggak buru-buru sih, saya bebasin dia mau ngapain aja sendiri. Kalau lagi buru-buru, palingan dia cuma pakai topi sendiri. Sisanya, saya yang pakein.
14. Anak gue enggak celamitan ! *bangga*
Hal ini jelas bikin senang saya. Suka ada kan anak yang tangan kanan kirinya udah megang makanan, ketika dia lihat anak lain megang makanan, dia mau, trus jejeritan nangis kepingin juga. Atau yang paling nyebelin, dia merebut dan bikin nangis anak lain.
15. Suka selfie
Entah beneran sama adik saya atau dia iseng ngambil smartphone sendiri. Trus dia bilang ke smartphonenya “cheeseeeeeee”.  Padahal mah smartphonenya enggak nyala.
16. Penyayang
Ketemu anak seumuran yang sopan, Mada suka langsung plok peluuuuk. Kadang suka maksa peluknya. Kalau ketemu anak yang bandel, Mada suka ndadak galak.
17. Udah bisa galak
Saya sempat kecele. Kirain Mada itu anak kalem ya, eh makin gede mulai kelihatan Mada jadi agak galak gitu terutama sama anak yang agak berulah.
18. Kartun favorit
Dalam sehari, kalau lagi di rumah Mada dibolehin nonton kartun pagi setelah bangun tidur dan sore. Favoritnya Upin Ipin, Pada Zaman Dahulu, Pororo, Robocar Poli dan Chuggington.
19. Bukan gadget maniak
Untungnya gadget Embu dan Pak Gondrong masih kategori gadget jadul. Jadilah intensitas Mada bermain gadget hanya kalau dia kepingin lihat video upin ipin atau hotrod. Selebihnya Mada belum ngerti game atau apalah yang bikin anak anteng berjam-jam sama gadget.
20. Suka sama heavy wheels alias kendaraan berat dan hotrod
Makin gede, kesukaan Mada makin beragam. Waktu masih bayi cuma suka any kind of animals (farm, wild, sea and air). Sekarang suka sama kendaraan bergerak. Dan, si Embu pun kepengin bikin buku tema itu.
21. Bisa anteng kalau ketemu obeng, tang dll
Bukan equipment tools bohongan, tapi beneran versi mininya.
22. Suka main alat musik
Mada suka mainan gitar dan drum anak-anak. Kadang toples aja dijadiin drum. Bahkan kalau lagi denger lagu favoritnya, Mada tepuk-tepuk paha. Pak Gondrong pun mesen handmade ukulele ke temennya yang digambar special for Mada.
23. (Masih) suka telpon-telponan sendiri
Saya pernah beliin Mada mainan telpon di tukang mainan gerobak. Harganya cuma 10 ribu. Bisa ngeluarin lagu antah berantah dan volumenya enggak bisa dipelanin. Alias kenceng banget. Kebetulan di rumah eyangti ada telpon enggak kepake. Diboyonglah si telpon pulang. Mada suka pura-pura telpon Eyangti, Engki, Nenek. Semua pokoknya diabsen.
24. Belum disapih, masih ASI dan lagi belajar minum susu pakai botol
Yuppp, Mada masih ASI meskipun intensitas ng-ASInya berkurang. Udah dikenalin sama sufor rasa madu ituh. Karena Mada enggak dibiasain minum pakai botol dot, ya Mada cuma bisa minum dari gelas atau cangkir. Cuma khusus minum sufor ini, dia agak moody-an. Minumnya seciprit-ciprit. Mama saya bilang enggak usahlah pakai botol dot. Okehlah Mah.
xoxo,
Maria Soraya