7 Resep Mudah Istri #BahagiaDiRumah

nova

Tahun ini tahun ke 4 saya menjalani kehidupan sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). ‘Pekerjaan’ ini memang cita-cita saya sedari lajang. Saya berkeinginan, kalau sudah menikah itu saya bekerja di rumah. Apalagi saya punya hobi menulis dan juga memiliki usaha jasa transkrip suara. Kalau bisa bekerja di rumah, kenapa saya harus bekerja kantoran ? pikir saya waktu itu.

Setelah dijalani selama 4 tahun ini, memang tidak mudah ya menjadi IRT apalagi dengan bekerja di rumah. Pressure-nya lebih tinggi dibandingkan saat saya bekerja menjadi Personal Assistant. Yang saya syukuri adalah saya orang yang senang mencoba hal baru dan tahu bagaimana caranya ber-me time. Selain itu, saya punya 7 resep mudah #BahagiadiRumah yang bisa dipraktikkan para Ibu yang sedang jenuh dengan kehidupan di rumah.

Seminggu 3x, saya rutin ke rumah Ibu yang letaknya 10 menit dari tempat tinggal saya. Suatu hari, saya bercerita kalau Pak Gondrong (suami saya) sedang persiapan balapan dan saat hari H Pak Gondrong bakalan menginap di Sirkuit Sentul. Mama memandang saya cemas.

“Kak, menginap di sini aja. Di kontrakan sempit kan. Sepi juga. Di sini Kakak bisa tidur di kamar sendiri atau bebas mau dimana saja” tukas Mama kemudian. Saya terdiam, memandangi raut wajah Mama yang nampak khawatir. Lalu, saya tersenyum.

Duh, seandainya Mama tahu bahwa #BahagiadiRumah itu tidak bisa diukur dari besar kecilnya tempat yang ditinggali. Setelah menikah, saya memilih tinggal di kontrakan yang besarnya enggak lebih dari ukuran garasi 3 mobil di rumah ortu. Saya dan suami memang ingin mandiri dan membangun kehidupan rumah tangga dari NOL. Tanpa harus numpang tinggal di Pondok Mertua Indah. Tanpa subsidi dari orangtua. Enggak sedikit orang yang mencibir dengan pilihan saya. Ah, enggak apa, meskipun tempat tinggal saya mungil, saya tetap merasa homey. Suatu hari mimpi kami memiliki rumah sendiri pasti terwujud.  

Sepanjang bulan Februari dan April kemarin, hampir setiap hari suami saya lembur. Pulang ke rumah paling cepat itu ya jam 1 pagi. Begitu tiba di rumah pun, Pak Gondrong langsung tidur pluk pulas banget. Saya maklum, Pak Gondrong memang lagi menyiapkan motornya buat ikut balapan motor Fun Race di Sentul. Yang balapan sih joki, tugas Pak Gondrong menyulap mesin motor standar jadi motor balap. Jauh-jauh hari Pak Gondrong sudah mewanti-wanti, saat hari H, dia enggak bisa mengajak saya dan Mada untuk menonton balapan. Lokasi balapan yang panas dan bising kurang cocok buat batita seperti Mada.

Sering ditinggal lembur begitu, bukan berarti saya langsung galau dan nyetatus di medsos. Jatah waktu malam yang biasanya dihabiskan bersama Pak Gondrong, saya gunakan untuk melakukan hobi menulis dan nge-blog. Meskipun tiap malam kami berada di dunia masing-masing, komunikasi tetap jalan. Sesekali jam 12an malam saya telpon Pak Gondrong. Sekedar mengingatkan supaya perutnya tetap terisi dan hangat. Pak Gondrong itu kalau sudah utak-atik motor, bisa lupa makan dan minum. Enggak lucu kan sebulan begadang sampai pagi, giliran hari H justru ambruk.

“Yakin enggak mau nginap ? Libur 2 hari dari rumah kan enggak apa-apa. Sehari-hari kamu juga di rumah. Di sini kan banyak orang, bisa meladeni kamu” tanya Mama sekali lagi. Saya keukeuh, geleng-geleng kepala. Mantap.

Saya memandang penuh cinta perempuan yang sudah melahirkan saya ini. Memiliki 6 anak, Mama masih saja sering khawatir pada putri sulungnya. Padahal tiap kali saya berkunjung, tanpa diminta, Mama akan langsung mengambil alih Mada. Setelah itu, saya disuruh istirahat atau ya bebas mau ngapain. Mama tahu sebelum menikah itu saya rajin begadang, apalagi setelah jadi Ibu Rumah Tangga dengan 1 batita. Jadi, menurut Mama, Ibu Rumah Tangga itu penting punya me time.

Duh, seandainya Mama tahu bahwa salah satu resep #BahagiadiRumah ala putri sulungnya itu dengan melakukan pekerjaan domestik rumah sambil mengurus anak. Memang melelahkan, karena seolah pekerjaan enggak berhenti selama 24 jam. Semua dikerjakan sendiri. Mencuci pakaian pun masih manual, menggunakan tangan. Itu belum termasuk kalau Mada lagi butuh perhatian saya. Ah, tapi justru kesibukan ini membuat hidup saya terasa ‘hidup’. Terutama setelah Mada lahir. Kalaupun rasa jenuh datang melanda, saya selalu tahu bagaimana caranya bersenang-senang. Enggak perlu banyak uang untuk melakukannya. Jalan-jalan dengan anak di pagi hari sembari mencari tukang sayur atau olahraga ringan di taman kota atau menjelajah Jakarta menggunakan kereta itu cara bersenang-senang paling sederhana. Jadi, saat saya pulang dan membuka pintu rumah, energi #BahagiadiRumah itu kembali muncul. Minjem tagline seorang blogger, Happy mom raise happy kids. Saya bersyukur saya perempuan yang mudah bahagia.

Akhirnya Mama menyerah. Saya tetap tinggal berdua Mada di kontrakan. Memulai pagi hari tanpa Pak Gondrong, saya mengajak Mada jalan-jalan di sekitaran rumah. Setelah sarapan pagi, saya lanjut mengajak Mada bermain di luar rumah. Di jalanan gang yang sempit itu kami berdua bermain bola. Untungnya sih gang buntu, jadi enggak ada yang hilir mudik lewat. Setengah jam bermain bola, saya mengajak Mada main mobil-mobilan. Kami juga bernyanyi lagu anak-anak tentang binatang, tebak-tebakan dan juga menghitung truk yang lewat jalan raya. Satu persatu anak-anak tetangga seumuran Mada akhirnya tergoda keluar rumah bersama Ibunya.

“Sebel deh. Tiga hari libur, suamiku cuma tidur di rumah. Padahal kemarin dia lembur mulu. Enggak mikir apa ya saya sama anaknya butuh jalan-jalan.” curhat tetangga saya. Kita sebut saja namanya Jeung Marni.

“Lha kan tiap suamimu masuk shift pagi, pulangnya juga Jeung Marni selalu diajak jalan-jalan.” jawab saya. Ibu-ibu yang lain mendengarkan.

“Iya itu kan cuma kulineran sekitaran Depok. Aku kan maunya kalau pas libur gitu, perginya yang agak jauh. Ke Ancol kek, ke mall yang ada di Jakarta atau pokoknya di luar Depok lah. Dasar laki-laki, enggak pengertian banget !”

Saya nginyem. Ini bukan pertama kalinya Jeung Marni mengeluh soal hal yang sama. Selain bekerja kantoran, suaminya juga menjadi ojek online. Enggak heran, uang bulanan Jeung Marni paling berlimpah diantara tetangga lainnya. Meskipun isi dompetnya paling tebal diantara Ibu-ibu tetangga, tetapi Jeung Marni enggak pernah merasa cukup dengan apa yang dimilikinya termasuk memiliki suami yang selalu menuruti kemauannya.

Duh, seandainya Jeung Marni sadar bahwa #BahagiadiRumah itu tidak ditentukan dari seberapa banyak uang yang kita punya dan bagaimana cara kita menghabiskannya. Hidup memang butuh uang. Tetapi apalah artinya segepok uang kalau kita sebagai perempuan enggak cerdas menggunakannya. *siapsiapdilemparsegepokduit

Jeung Marni membuka smartphone yang sedari tadi dipegangnya. Tangannya sibuk mengetik sesuatu lalu ia tersenyum sendiri. Tiap kali kami sesama Ibu-ibu ngumpul, Jeung Marni memang selalu membawa smartphonenya. “Kayaknya enak ini makan siangnya Jeung Darsi di kantor, nama makanannya apa ya ?” Ia menyodorkan smartphonenya pada Ibu-ibu. Saya tersenyum saat seorang Ibu nyelutuk ‘Coba tanya gugel’. Dulunya si Ibu yang nyelutuk tadi gaptek. Punya handphone tapi dia hanya tahu cara menerima telpon masuk. Suaminya yang bekerja sebagai Tukang Somay juga enggak mengerti soal handphone. Mereka hanya tahu bagaimana caranya bertahan hidup dengan mengandalkan hasil penjualan somaynya.

Tahun lalu saya menggagas grup whatsapp yang anggotanya terdiri dari Ibu-ibu tetangga. Resep #BahagiadiRumah nomor 4 ala saya yaitu dengan menyatukan kesenjangan diantara Ibu-ibu tetangga. Yang wanita karier dan ibu rumah tangga berada di satu wadah. Sudah jamak kan, wanita karier sering merasa insecure tiap kali nemuin para tetangganya yang Ibu Rumah Tangga sedang berkumpul. Karena mereka berpikir ‘ah paling lagi ngomongin saya’. Nah, yang ibu rumah tangga pun karena merasa mayoritas jumlahnya, seringnya ya sirikan. Sejak ada grup tersebut, hubungan antar tetangga menjadi lebih kompak. Seminggu sekali kami punya jadwal bulutangkis di GOR setiap Rabu malam. Tiap hari Sabtu, para Ibu berkumpul di rumah tetangga untuk makan siang bersama. Masing-masing dari kami membawa lauk meskipun hanya sekedar sambal terasi. Sebulan sekali, kami rekreasi di taman-taman kota atau berenang di sekitaran Depok.

noooooooooo

grup whatsapp piknik di kebun binatang ragunan

Masih menyangkut tetangga. Melalui grup whatsapp tersebut, saya punya misi terselubung. Saya kepingin grup yang sudah dibuat itu memiliki value bagi setiap anggotanya. Jadi isinya enggak sekedar  foto-foto saat kami kumpul. Resep nomor 5 #BahagiadiRumah ala saya,  berbagi pengetahuan dan info seputar wanita pada Ibu-ibu tetangga. Salah satu media yang cocok untuk berbagi sesama wanita ya Tabloid Nova. Segala hal ada di situ, mulai dari Tips, Profil Perempuan Inspiratif, Resep, Cerpen dan Rubrik Psikologi. Setelah ada versi website-nya, saya rajin men-share link di grup whatsapp tersebut.

nooovvv

Tabloid Nova, Sahabat Wanita Inspirasi Keluarga

Tabloid Nova sendiri bukan bacaan yang asing bagi saya. Mama sudah langganan dari jamannya saya masih SD. Enggak sekedar berlangganan, Mama rajin meng-kliping resep-resep yang ada di Tabloid Nova. Kebiasaan tersebut menular pada saya. Salah satu buku kliping resepnya pun saya bawa setelah menikah. Enggak kerasa, tahun ini Tabloid Nova merayakan ulang tahunnya yang ke 28. Tema yang diambil yaitu 28NOVAversary. Kekinian sekali yah ? Jika diibaratkan seorang wanita, maka usia 28 tahun adalah usia yang matang bagi wanita. Yang masih lajang, sukses dengan kariernya. Yang sudah berkeluarga, pun hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Kematangan Tabloid Nova terlihat jelas dengan bertransformasi dalam berbagai platform, mengikuti perkembangan zaman pastinya. Ada websitenya di www.tabloidnova.com. Media sosialnya pun komplit. Ada twitter, facebook, instagram dan google+. Yang doyan nonton video di Youtube pun bisa mampir ke Tabloid Nova Channel.

Resep #BahagiadiRumah nomor 6, saat saya bisa menyalurkan hobi menulis dan mendapatkan penghasilan tambahan dari hobi saya itu. Setiap hari saya menulis, entah menulis artikel untuk majalah, menulis buku anak atau ya menulis draft buat update blog. Siapa tahu suatu hari dimuat atau diterbitkan. Perempuan itu PENTING BANGET punya hobi. Beberapa kali Tabloid Nova pernah mengulas profil wanita yang sukses berkat hobinya. Yang hobi masak, sukses dengan usaha restoran. Yang hobi jahit, sukses dengan usaha Butiknya. Yang hobi menulis pun bisa sukses. Jadi, untuk mendapatkan penghasilan tambahan enggak melulu harus bekerja kantoran.

Dan, coba tebak resep nomor 7 #Bahagiadirumah ala saya kira-kira apa ?  Saya paling senang ikutan lomba. Kalau jeli, di dunia maya itu bertaburan aneka lomba yang bisa diikuti para Ibu. Entah yang sekedar repost gambar atau kudu membuat suatu kreativitas. Mengikuti kompetisi itu bisa menjadi hal yang membahagiakan lho. Urusan menang atau kalah itu bonus. Saya sendiri suka banget mengikuti lomba yang membutuhkan kreativitas, apalagi kalau ada embel-embel Lomba Menulis atau Lomba Blog. Proses dari awal menentukan isi tulisan, judul dan gambar yang akan ditampilkan dalam tulisan kita itu seru. Ketika kita sudah post and share blog, biasanya blogger lain akan berkunjung ke blog kita. Yang tadinya enggak kenal, jadi kenal. Yang sudah kenal, makin akrab. Jadi, resep  #BahagiadiRumah nomor 7 ala saya itu bisa muncul saat saya mengikuti kompetisi.

Nah, dalam rangka ulangtahunnya yang ke 28 tahun NOVAVERSARY, Tabloid Nova mengadakan Blog Competition dengan tema #BahagiaDiRumah. Syaratnya mudah, bisa dicek di microsite Tabloid Nova. Yuk ikuti dan sharing kisah #BahagiaDiRumah versi Anda. Happy 28Novaversary !

Tulisan ini diikutsertakan dalam BLOG COMPETITION #BahagiadiRumah NOVAVERSARY.

Iklan

22 comments

  1. Mantap nih resepnya mak. Jadi IRT memang mesti pinter menyenangkan diri ya mak biar ngga ngeluh dan ngedumel. Sukses ya dan semoga #bahagiadirumah selalu 🙂

  2. resep mudah istri membahagiakan suami. KASIH IZIN NIKAH LAGI. lariiiiii sebelum ditimpukin mbak mbakkkkk….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s