masukangin
Jadi orang Indonesia rasanya kurang ‘Indonesia’ kalau belum pernah kena masuk angin ya ? Gejala-gejala seperti mual, perut kembung, badan pegal-pegal plus sendawa biasanya dikategorikan sebagai masuk angin. Padahal, dalam dunia kedokteran, sebenarnya tidak dikenal istilah masuk angin. Bisa berlipat sepuluh jidat wong londo kalau dengar istilah tersebut.
Masuk angin bisa menjadi gejala awal dari suatu penyakit. Apalagi kalau masuk anginnya selama seminggu lebih, kudu dicek ya. Tapi di depan dokter, jangan bilang ‘saya masuk angin dok’. Kasih tahu juga gejala lainnya.
Nah, kalau yang masuk angin itu anak di atas 3 tahun atau orang dewasa, pengobatannya lebih mudah. Minum air jahe hangat, mandi air hangat, makan makanan berkuah hangat atau ya dipijit (kerok). Yang repot itu kalau bayi yang masuk angin. Whuah bisa rewel seharian. Karena pengobatannya kan memang terbatas. Huhu, saya pernah lho ngalamin masa-masa begadang saat bayiku rewel gegara kembung dan masuk angin.
Kebetulan di rumah mertua, ada tanaman daun jarak. Cukup rimbun. Tahun kemarin waktu Mada masuk angin berhari-hari, sempat nyoba. Berhasil horeh !
Cara pengobatan perut kembung/masuk angin pada bayi dengan daun jarak :

  1. Siapkan 8 lembar daun jarak
  2. Panaskan wajan, masukkan daun jarak dan digarang sampai agak layu
  3. Angkat daun jarak dan teteskan minyak telon
  4. Tempelkan bagian 4 lembar daun yang berminyak di atas perut dan 4 lembar lagi di bagian punggung bayi.
  5. Kalau bisa dibebat pakai bedong atau apagitu biar lebih jossss
  6. Ulangin sebanyak 3 kali sampai gejala kembungnya reda
Pengobatan di atas bisa diterapkan juga pada batita. Selamat mencoba !

xoxo,
Maria Soraya