Ketika Kompas Anak Tutup Usia

IMG_20160228_114209

Minggu (28/2) jadi hari terakhir Kompas Anak terbit. Saya speechless. Ciyus. Sakitnya tuh di sini. Jleb. Aseli. Kenangan saya sama Kompas Anak itu lebih dalam daripada sama mantan *haissshh*. Bahkan, gara-gara nama saya rajin nongol di situ, Pak Gondrong pun sempat k epingin berat ketemu saya. Huahahahaha.

Eh, kok bisa ? Kebetulan, Pak Gondrong juga suka baca rubrik tersebut. Dia masih ingat pemilik nama Maria Soraya Az Zahra itu cuma saya seorang. Teman-sekelasnya-satu-angkatan-di-STM-yang-sudah-lama-menghilang. Setelah ketemu di facebook, eh jadian, trus lanjut nikah dan kami pun punya Mada. Ahey !

(lhaaaa, kok malah flashback curhat ?!)

Saya masih ingat betul, tahun 2006 itu tulisan saya rajin dikembalikan sama redaksi Kompas Anak. Tulisan pertama saya baru dimuat itu akhir tahun 2007, dengan judul Ketika Bumi Memanas. Yang jadi komentator itu adik saya 2 orang dan tetangga terdekat. Waktu foto mereka nongol di Kompas Anak sebagai komentator, komplek tempat tinggal saya langsung huebooooh. Wohooo, ternyata anaknya Pak anu itu penulis. Blablablabla. Selama satu tahun berikutnya, tulisan saya rajin nongol, kadang di rubrik Boleh Tahu. Kadang di rubrik Utama.

Waktu saya nulis di Kompas Anak itu belum serius. Masih selingan. Nominal honor yang sampai saat ini belum ngalahin honor nulis di media anak lainnya itu enggak juga bikin saya tertarik untuk nulis secara serius. Maklum, saya masih ABG muda. Enggak kepikiran bahwa saya itu kudu serius nulis, biarpun Ibu saya rajiiiiiiin banget nyuruh saya serius dan bergabung sama komunitas menulis. Maap ya, Mah *ciumtangansimamah*.

Setelah bergabung di komunitas Penulis Bacaan Anak (Pabers) tahun 2011, saya baru nyadar kalau nulis di Kompas Anak itu amatlah keren dan bergengsi. Yess, setelah Majalah Bobo, yang jadi inceran para penulis anak itu ya ‘gawangnya’ Kompas Anak.

Kenangan terakhir saya dengan Kompas Anak itu November 2015. Resensi buku saya dimuat di sana. Dapat honor juga. Di bulan yang sama, sempat ada pengumuman di fanpage-nya Kompas kalau stok cerpen anak tahun 2016 itu sudah 90 persen terisi. Sisa 10 persen itu untuk cerita anak tematik. Ternyata oh ternyata.

Kebetulan adik saya jurnalis majalah lifestyle remaja. Itu loh yang kantornya deket sama Citos. Ahem. Saat salah satu majalah di grup perusahaannya juga tutup usia, dia sempet cerita kalau ada rumor Majalah Bobo juga akan tutup.

Ah, semoga Kompas Anak bakalan nongol lagi dalam platform digital. Saya masih belum bisa mup-on.

xoxo,

Maria Soraya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s