Setelah Anak Berumur 18 Bulan

PhotoGrid_1453351076575

“Enggak perlu sekolah gitu-gitu lah, semua presiden di Indonesia pada enggak TK juga. Anak segede Mada itu ya masanya bermain, enggak perlu sekolah-sekolah begitu. Anak kecil itu punya insting sendiri” Kira-kira itu komentar Pak Gondrong saat kami berdiskusi tentang anak kami, Mada. Saya sempat kepingin saat Mada berumur 18 bulan atau 1.5 tahun bisa ikut PAUD atau semacam kelas bermain yang tujuan akhirnya adalah untuk menstimulasi anak. Supaya nambah teman juga.

Karena, saya dan Pak Gondrong belum satu pendapat. 2016 ini, saya pun berinisiatif untuk membuat kegiatan yang lebih terarah. Telat sih. Heuheu. Daripada enggak samsek juga tho ? Sebagai pendamping Mada selama 24 jam, saya sadar Mada kadang suka bosan dengan mainannya. Mainan Mada memang enggak banyak. Sebagian besar lungsuran dari adik-adik cowok saya, kayak aneka figurine dinosaurus, astronot atau hewan. Yang banyak itu buku anak. Yang lagi-lagi ‘ngangkut’ dari lemari bukunya adik-adik saya. Karena mereka udah pada gede, ya buku kayak mewarnai atau buku-buku hewan yang cuma disimpan aja. Setiap minggu saya selalu sempetin beli majalah Bobo. Nah bosennya Mada itu keliatan kalau saya sudah siapin mainan kayak dinosaurus dijejer-jejer gitu. Eh Si Mada-nya enggak terlalu berselera.

Saya bersyukur jumlah teman seumuran Mada lumayan di sini. Paling gede umurnya 4.5 tahun dan baru masuk PAUD tahun kemarin. Kalau cuaca bagus, pagi-pagi setelah sarapan saya ‘mewajibkan’ Mada bermain di luar rumah. Main sepeda atau lari-larian sama teman-temannya. Pokoknya kena matahari dan udara pagi. Bersosialisasi juga. Lumayan satu jam atau lebih dikit. Nah, kalau udah jam 9an waktunya masuk rumah. Ya mandi, nenen dan ngemil pagi. Kalau dia enggak tidur pagi, biasanya main di dalam rumah. Berantakin lemari kamar yang isinya majalah Bobo, trus atu-atu majalahnya dibaca sambil celoteh sendiri. Lanjut berantakin lemari depan yang isinya aneka buku anak. Kalau udah bosan, biasanya dia bakalan caper sama saya yang lagi masak di dapur. Jejeritan. Lemparin apalah.

Tah, gimana enggak nyesek dong ahhh saya sebagai Ibunya. Nyesek itu maksudnya jam tidur paginya Mada itu jam jumpalitan-nya saya sebagai buibu. Entah beberes, nyuci atau masak. Kalau ada orderan ya saya ngerjain order sembari ngurusin rumah. Nah, kalau Mada enggak tidur artinya my little man kudu main sendirian. Huhuhu *lebaydikitlah*. Kadang saya peratiin juga, Mada suka men-challenge dirinya sendiri. Misalnya, dia masukkin donat aneka warna ke ring. Meskipun Mada mandiri, tapi saya sebagai Ibunya tetap merasa perlu mendampingi saat Mada main supaya lebih terarah.

So, 2016 ini saya niatin bakalan bikin banyak DIY project buat si Mada. Let’s go !

note : gambar keren di atas diambil dari sini.

xoxo,

Maria Soraya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s