Mada 14 Bulan : (Tips) Menjadi Kreatif Dengan Buku

madaMei. Juni. Juli. Absen lama euy saya 🙂

Hari ini saya nongol lagi membawa kabar kalau Mada sudah 14 bulan. Yesss, satu tahun dua bulan. Mada bukan bayi lagi, udah naik level ke batita. Bahasa kerennya, toddler.

Satu hal yang paling menyenangkan dari Mada adalah dia suka buku. Jadi, dia punya banyak pilihan untuk menjadi kreatif, entah bermain dengan mainannya atau berimajinasi dengan gambar-gambar binatang yang ada di bukunya. Waktu Mada masih di perut, saya rajin ndongengin cerita-cerita yang ada di Majalah Bobo atau saya nyanyiin lagu-lagu Tasya. Tapi itu kan ya dia masih di perut. Begitu Mada mbrojol dan usianya mau menginjak 4 bulan, tangannya pun udah bisa megang apa aja, saya kenalin deh sama buku. Bukunya ya buku kain kresek-kresek Carter’s yang beli online di IG. Trus, kebetulan di rumah ortu saya, ada begitu banyak buku anak-anak. Hehe, maklum saya kan sulung 6 bersaudara dan sedari kecil udah dikenalin buku sama Ibu. Nah, jadi saya “angkut” satu-persatu deh sebagian buku-buku binatang atau buku aktivitas yang ada di lemari buku keluarga saya.

Saya baru beli buku lagi untuk Mada waktu umurnya mau menginjak satu tahun. Saya beliin buku yang diskonan di Gramedia. Ada buku Doraemon tentang buah dan phone book tentang angka. Waktu Mada ke Dokter kebetulan lokasinya dekat sama Gudang Buku Mizan. Pulang dari Dokter, saya mampir ke situ. Beli bukunya 2, yang satu buku aktivitas, yang satu lagi hardbook Upin Ipin tentang Azan dan Wudhu. Dan, buku-bukunya itu semua jadi favorit tetangga yang seumuran Mada. Kadang ada yang sampe rebutan gitu. Huhuhu.

Nah, di pojok kiri layar, ada gambar Mada lagi pegang buku Putri Tidur milik Onti-nya. Dia suka pegang buku itu soalnya hardbook, ada gambar raja yang jenggotan + cambangan dan dia rajin nunjuk-nunjuk ke gambar itu tiap buka bukunya (inget Pak Gondrong kali yaaaa) dan ada gambar Ratu yang pakai penutup kepala mirip kerudung yang bisa diimajinasikan itu emaknya Mada kali ya. Ahahahaha.Buku yang dipegang Mada yang pakai baju kotak-kotak, itu buku Rusa. Ilustrasinya mirip wujud aslinya. Bukan yang kartun gitu. Setelah Mada kenal Rusa dari Buku, saya dan suami mengajak dia ke Kebun Binatang Ragunan ketemu binatang aslinya. Wah, girang dia. Besoknya, Eyang Utinya (Ibu saya) memeragakan seperti apa itu Rusa. Iya, untuk mengisyaratkan Rusa, Mada naruh tangannya di kepala, semacam tanduk.

Dan, kebetulan di rumah Eyang Uti, ada boneka karakter James Sullivan. Si monster biru unyu dari Monster Inc. Mada suka banget apalagi ada bukunya. Kalo dia lihat si James di TV atau dimana gitu, langsung teriak “wawa”. Mau tidur yang dipanggil juga “wawa”. Biarpun, di rumah Eyang Uti surga mainan dan surga buku, bukan berarti saya angkut semua buat Mada. Nope. Termasuk si boneka James kesukaannya ituh. Saya sengaja gak bawa pulang. Menuh-menuhin isian rumah aja. Hihihi.

Mengenal buku, bukan hanya bikin anak menjadi kreatif dengan imajinasinya, tetapi dia akan fokus terhadap sesuatu dan detail ketika berada dalam suatu tempat. Sering banget ini ya, Mada dan tetangga seumurannya lagi pada main. Tiba-tiba, Mada nunjuk-nunjuk ke langit. Lalu, teman-temannya lompat sambil teriak-teriak karena ada layang-layang. Di lain waktu, saat Mada saya ajak ke acara Motor yang lokasinya di semacam “hutan kecil”. Dia heboh nunjuk sana-sini. Pas saya peratiin, eya ampyun … dia nemu cicak lah. Kumbang atau benda-benda yang gak kelihatan sama orang dewasa.

Manfaat lainnya, Mada lebih anteng + mandiri dibanding anak-anak seusianya. Ada teman seumuran Mada yang gak betahan berada di dalam rumah. Dalam sehari dia bisa 5 kali nongkrong di rumah tetangga, pindah-pindah. Tiap pulang, pasti marah-marah dulu. Padahal, dia punya banyak mainan di rumahnya. Kalau nongol di pintu rumah, dia langsung ngacir dan ubek-ubek wadah mainan Mada. Nyari apa tebak ? Yess, BUKU kain punya Mada !

Perbedaan paling kentara, antara anak yang suka buku dan yang belum kenal buku itu anak yang suka buku ketika dikasih satu buku maka dia akan membuka satu-persatu halaman sampai akhir. Setiap gambar dicermati baik-baik. Dan, si ortu harus siap ketika anak bolak-balik nepuk ibunya atau bapaknya untuk “bertanya” tentang gambar yang dilihatnya.

Gitu ya kira-kira. Jangan pernah takut mencintai buku. Karena lewat buku, kita bisa menjadi manusia yang kaya *aishhh-penutupnya-sok-bijak*. Happy reading !

xoxo,

Maria Soraya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s