Kehamilan 28 Minggu : Ketika Si Dedek Bayi Rutin Merespon

Hello world 🙂

Memasuki bulan ke tujuh, kehamilan ini semakin membahagiakan saya. Meskipun pada trimester awal dan trimester dua, ada begitu banyak hal yang kadang bikin saya gak sabaran, misal “duh, ini kapan sih saya gak harus bedrest ?” atau “duh, bentar-bentar kontraksi” dll. Ya, tahapan kehamilan pada setiap perempuan itu beda-beda. Ada yang tahapannya begitu gampang, sampai ibaratnya (maaf), hamil trus brojol. Ada yang tahapan demi tahapan kehamilan terasa berat.

Saya bersyukur punya partner hidup yang kompak sekaligus siaga. Ayah Ibu dan adik-adik yang selalu support. Tetangga pun selalu update kehamilan saya dan mereka ikut berjaga-jaga takut kejadian tempo hari berulang pada saya.

Pada usia kehamilan 7 ini, energi saya lebih banyak dibanding minggu-minggu sebelumnya. Rasa lelah berlebihan hampir gak ada. Kalaupun lelah ya itu pasti karena saya too much bergerak alias mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu berdekatan.  Dan, pastinya perut saya yang makin gede ini juga bikin saya gak bisa jumpalitan. Mau bangun dari kasur saja pakai adegan slow-motion.

Soal kaki dan tangan, hmmm … kaki saya mulai kelihatan bengkak sih. Padahal saya bukan yang kalap tiap makan atau makan tiap jam. Katanya sih kaki membengkak itu karena bumil harus menopang berat badannya dan juga akibat cairan yang tertahan di dalam jaringan tubuh. Alhamdulillah, hanya kelihatan bengkak saja, gak ada gejala lainnya.

Trus, daerah “miss v” mulai sering kerasa kayak pegal dan mau copot. Ini berhubungan dengan semakin membesarnya ukuran si dedek bayi, sehingga bagian bawah bumil ikutan ketekan.

Segala gejala pusing, mual, kunang-kunang, lemas dll alhamdulillah hampir sama sekali gak ada.

Nah, pada bulan ini, si dedek bayi makin rutin berkedut dan kemampuan responnya bertambah. Dia sudah bisa mengenali suara di luar. Contoh kecil, sejak saya hamil 5 bulan, saya rutin menyetel Voice of Spring-nya Waltz. Lagu itu yang saya setel. Suatu hari, saya mengenalkan si dedek pada Bach. Kalau si dedek  bayi dengar Waltz, dia langsung berkedut atau memberikan respon gerakan. Begitu saya setel Bach, dia diam dulu, baru bergerak.

Yang paling sering itu, kalau suami saya pulang kerja. Seperti yang terjadi Kamis kemarin. Saat pulang, suami terlihat capek banget dll. Saat suami ngobrol dengan saya, si dedek bayi langsung berkedut kencang sampai perut saya bergoyang naik turun. Saya kasih tahu suami. Dia melirik, mengusap perut saya dan langsung menyapanya “Halo dedek, bapak sudah pulang”. Dan, respon selanjutnya,  si dedek bayi menendang. Suami pun langsung happy. Setelah suami mandi, ganti baju dan sholat, suami gak berhenti mengajak main si dedek sampai jam 1 pagi. Mereka berdua saling respon satu sama lain. Saya sempat bilang, “Tuhhh dek, bapak senang tuh gara-gara kamu.”

Dan, yang agak-agak ajaib plus saya baru ngeh akhir-akhir ini. Setengah jam sebelum suami pulang, si dedek bayi ngasih isyarat lewat gerakan di perut yang kalau diterjemahin mungkin “horeee, ayo kita siap-siap menyambut Bapak karena bentar lagi Bapak pulang”. Mungkinkah ikatan emosional dan ikatan bathin antara si dedek bayi dan suami sudah mulai terjalin ? Wallahualam.

Kapan ibu hamil mulai merasakan perut berkedut-kedut ? Tergantung. Setiap orang yang beda-beda. Ada yang perutnya berkedut-kedut saat hamil 5 bulan, dan ada juga yang baru muncul pas usia kehamilan 8 bulan. Pada kehamilan pertama dan kedua saya ini juga gak sama. Anak pertama lebih kalem saat di perut. Anak nomor dua ini yang begitu aktif di dalam perut.

Jadi, kalau si dedek bayi lagi berkedut ya jangan takut. That’s a good sign for you. Dia merespon Anda. Jangan ragu untuk mengusap sambil mengajak ngobrol si dedek bayi.

xoxo,

Bojone Gondrong

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s