Kehamilan 26 Minggu : Mari Mendongeng dan Bernyanyi

Saya meyakini ketika janin sudah berusia 4 bulan, maka sejak saat itulah kita sebagai Ibu sudah dapat berkomunikasi dengan si dedek bayi. Pasalnya, di masa itulah malaikat meniupkan ruh ke dalam janin yang bersemayam pada setiap rahim seorang Ibu. Dengan berkomunikasi sejak dini, maka kita sebagai Ibu melatih segala panca indera yang berkembang pada si dedek bayi.

Lalu, bagaimana cara berkomunikasi dengan si janin ?

Saat trimester pertama, dimulai dari usia kehamilan 4 bulan, saya mulai rajin menyetel murottal dan tentunya mengaji. Surat yang saya baca Ar Rahman, Maryam, dan Yasin. Saya juga mulai mengaji dengan tujuan khatam Al-Quran sebelum lahiran (amiiiin). Waktu hamil anak pertama, 3 minggu sebelum lahiran saya khatam. Oh ya, suami juga ikutan ngaji. Yaahhh, biar si dedek bayi kenal suara bapaknya sedari masih di perut 😀

Masuk trimester kedua. Inilah saat-saat paling membahagiakan, karena si dedek bayi merespon apa yang saya atau suami lakukan. Selain rutin menyetel murottal dan mengaji, saya juga mulai memperdengarkan aneka jenis musik yang bikin saya happy, entah bertempo pelan atau yang easy listening. Entah itu jazz keroncong-nya Safitri atau Daft Punk (ehhh, Daft Punk bertempo pelan ?!). Di lain hari, saya bisa selama seminggu penuh ndengerin Gordon Tobing atau Oval Trio dengan lagu-lagu bataknya. Kadang juga dalam satu hari, saya memperdengarkan aneka jenis musik. Misal, pagi hari saya dengerin Goodnight Electric untuk memacu mood. Lalu menjelang siang, saya nyetel album Diana Krall (karena itu jam-jam ngantuk dan jam bobok saya). Sore, jeda. Selesai isya, sambil menunggu suami pulang, saya setelin murottal atau lagu klasik.

Selain, memperkenalkan musik sedari dini, saya juga belajar mendongeng. Kabarnya, setiap Ibu yang membacakan dongeng untuk si janin maka saat si janin telah lahir dan mulai menyusu ASI, ia akan menyusu lebih lahap.

Soal benar atau tidaknya, mungkin baru akan terasa setelah si dedek bayi lahir. Saya pribadi ya lucu aja gitu bacain cerita untuk si janin. Awalnya, memang agak aneh. Malam-malam di rumah sendirian saya megang buku trus baca keras-keras. Tapi, lama-kelamaan asyik juga apalagi kalau si dedek bayi merespon.

Kebetulan di rumah saya banyak buku bacaan anak, entah itu saya beli dalam rangka nyari ide atau saya bawa dari koleksi buku saya di rumah ortu. Saat ini saya juga masih suka beli majalah Bobo tiap minggu. Stok ceritanya banyak kan tuh 😉

Aktivitas lainnya untuk berkomunikasi dengan si dedek bayi, bernyanyi ! Yeaahh, siapa sih yang gak suka nyanyi ? Bernyanyi itu kan bikin hati happy. Saya bernyanyi lagu anak-anak jaman dulu atau jamannya Tasya Sherina dkk.

Yuk, mendongeng dan bernyanyi untuk si dedek bayi.

xoxo,

Bojone Gondrong

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s