Saat hamil anak pertama, Aisha. Ibu saya sempat menyarankan untuk cek ke Dokter Nel. Alasannya, dulu adik saya nomor 4 (Ali Masgartha Muthahhari) pernah ditangani beliau. Dokter Nel orangnya komunikatif, gak money minded, pokoknya cocok buat pasutri yang kritis kronis seperti kami *eaaa*. Ibu juga sempat wanti-wanti, Dokter Nel ini cukup laku, jadi kalau mau ketemu ya kudu daftar sehari sebelumnya. Itupun kalau gak full.
Saya pun coba cek ke tkp. Ya ampiuuuun, ternyata antreeeee-nya wow bangeuuut !
Oya, sebelum ke Dokter Nel, saya cek kehamilan awal dulu di bidan dekat rumah, namanya Bidan Oksya. Waktu itu gara-gara saya pendarahan setelah “bertengkar” tengah malam dengan suami. Setelah Bidan menyatakan saya hamil, kami dirujuk ke Dokter X (saya lupa namanya) di Klinik Bahar Medika (BM). Saya cek tempat seorang diri keesokan harinya. Lokasi BM dekat pasar. Strategis. Yang datang mukanya pada semrawut gitu. Pokoknya bikin puyeng mata. Ternyata si Dokter X sedang libur apalah.
Dua hari kemudian, saya ditemani suami datang ke RS Graha Permata Ibu (GPI) yang berlokasi di Beji. Jaraknya selemparan batu dari rumah saya. Tempatnya cukup mewah karena Rumah Sakit baru dan sepi. Suami sudah wanti-wanti dokter yang nanganin harus perempuan bukan bapak-bapak apalagi mas-mas. Hahahaha. Eh, ternyata Obgyn yang kami temui malam itu di GPI merupakan obgyn yang sama dengan yang akan kami temui di BM. Setelah dikonfirmasi ke ybs ternyata benar.
Sayangnya, si Obgyn sangat-kurang-informatif. Pasiennya sepi tapi beberapa kali kami datang, ybs maunya buru-buru selesai. Suami yang kritis kronis pun gak puas dengan jawaban ala kadarnya si Obgyn. Contohnya, waktu suami nanya berapa ukuran si bayi. Obgyn X menjawab “Ya, seperti bayi pada umumnya”. Hahahaha. Males kan.
Obgyn-nya pun doyan banget nge-resepin obat. Sakit dikit, langsung dikasih obat A dll. Print USG dan penggunaan alkes juga kena charge.
Saya akhirnya usaha untuk ketemuan dengan Dokter Nel di RB Depok Jaya. Kira-kira pas uk 25 minggu atau hampir 6 bulan. Jadwal Dokter Nel ini ada 2, Selasa malam jam 7 s/d selesai dan Kamis pagi jam 9 s/d 10. Saya datang Selasa malam. Pas baru ketemu agak jutek karena saya jadi pasien terakhir.
Sekarang, pada kehamilan kedua dan hampir tiap bulan cek rutin, sampai saat ini saya cukup puas dengan layanan Dokter Nel. Biarpun tempatnya “hanya” berupa Rumah Sakit Bersalin, ya gak buruk-buruk amat kalau dibandingkan dengan RS Hermina Depok (tempat praktek Dokter Nel) .
Yang saya dan suami butuhkan bukan sekedar peralatan dokternya yang bersih, tapi kami juga butuh dokter kandungan yang informatif. Untuk biaya cek rutin per bulan, rata-rata saya kena Rp. 300ribu include obat. Tapi, 2 bulan ini tiap kali cek agak over budget :p
Note : foto diatas diambil dari www.baggle.com
xoxo,
Bojone Gondrong