Kehamilan 21 Minggu : Oww, Monasnya Terlihat !

21-weeks-pregnant

Semalam (21/01/2014), saya bersama suami cek rutin ke Dokter Nel. Saya daftar in the last minute Selasa pagi. Bisa dapat nomor ? Iyya dong, kan pasien lama, horeee ! Saat cek kandungan di bulan sebelumnya, saya sempat curcol soal antrian itu dan akhirnya Dokter Nel menyarankan supaya lain kali saya minta di “selipkan” diantara antrian yang sudah penuh. Dan, malam itu saya kebagian nomor 21. Aselinya cuma 20 nomor aja dan itupun super lama nunggunya. Saya dan suami datang jam 8 kurang. Baru bisa masuk ke ruang Dokter jam 10 malam teng ! Ah, gak apa. Worth it kok penantian kami dengan waktu konsultasi yang lebih panjang dan santai.

Entah karena kangen ngobrol sama Dokter Nel *ciehh*, malam itu saya curhat from a to z. Mulai dari perut saya yang suka tiba-tiba mengeras, saya yang gampang kecapekan dan sesak napas daaaan pastinya sesi intip si dedek bayi dong. Mulai sekarang saya mau panggil si dedek jadi junior saja ahhh.

Saya speechless ngelihat perkembangan junior di layar usg. Saat kami intip, mukanya pas banget lagi menghadap ke arah kami. Jadi, keliatan banget raut wajahnya, hidungnya yang mungil dan mulutnya juga. Ihhh, saya mau nangis. Dan, yang subhanallah keren, tangan sebelah kirinya lagi megangin mulut gitu. Susunan ruas tulangnya. Perutnya. Kakinya. Saya speechless. Kata Dokter Nel, mata si junior lagi tertutup.

Sesi cek si junior agak lama. Dokter Nel dengan telaten menerangkan a to z-nya makhluk hidup yang ada dalam rahim saya. Padahal, kami pasien terakhir. Mukanya masih semangat untuk menjelaskan. Sembari rebahan, saya sempat bertanya-tanya soal perut saya yang suka mengeras.

“Plasenta bagus, susunan tulang juga bagus, insya allah bagus semua.” jelas Dokter Nel. Saya bersyukur dalam hati.

“Dok, saya mau usg-nya di print lagi yak,” kata suami. Uhuk.

“Ah, si bapak ini … penasaran banget yaaa mau liat dedeknya.”

“Hehe, terakhir deh ini Dok,”

Dokter Nel kembali duduk untuk mengecek hasil cek lab saya. Sementara, saya masih tiduran. Suami pengen dengerin detak jantung si junior. Suster mengambil alat kecil dan meraba-raba area perut saya dengan alat itu. Yang terdengar pertama, suara gemerisik grook grook. Lalu, bunyi detak jantung “dug dug dug” yang terasa indah banget di kuping saya dan suami. Wajah suami makin antuasias.

Selanjutnya, saya duduk bersebelahan suami di depan Dokter Nel. Saya sempat konsultasi juga soal puasa, apakah diperbolehkan untuk diteruskan atau bagaimana mengingat kadar Hb saya amat rendah. Kali ini, cukup banyak obat yang diresepkan untuk saya. Ada minyak ikan Virion, tablet kalsium Calciplex Plus (kalo gak salah mereknya ini), pil pengurang kontraksi dan CDR Redoxon. Saya sadar dengan daftar obat yang begitu banyak, cek kali ini biayanya pasti lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

Dan, benar.

Di kasir, wajah suami berubah datar mirip abis dorong motor yang tiba-tiba mati di deket kuburan. Total obat + dokter yang dibayarkan yaitu Rp. 583 ribu. Yak, hampir 600 ribu sodara-sodara. Rekor tertinggi sepertinya untuk cek kehamilan kami. Saya pun agak nyesek ngelihat bon-nya. Biaya obat-obatan 400ribuan dan konsultasi Dokter + print 160ribu.

“Bulan ini pengeluaran tinggi banget. Bulan depan kudu bayar pajak, sim, blablabla ..” desis suami kemudian. Saya mengelus punggungnya. Gak ada kalimat yang keluar dari mulut saya. Saya berusaha melihat sisi positif dari apa yang terjadi.

“Yaudah, gak apa. Insya allah, rezeki bakal datang lagi. Yang penting kita udah tau dedeknya sehat dan insya allah baik.”

“Iyya, kamu pokoknya gak boleh banyak aktivitas tuh biar perutnya gak suka keras-keras lagi. Tadi kata Dokter Nel kudu banyak istirahat,”

“Iyya sayang,” sahut saya sembari tersenyum.

Udara menjelang tengah malam yang dingin gak kerasa menusuk kulit. Berkali-kali suami menggigil sepanjang jalan. Saya gak kebagian dinginnya sih. Wong, saya duduk mbonceng di belakang.

xoxo,

Bojone Gondrong

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s