Seks Saat Hamil, Bolehkah ?

heart

Saat hamil, kabarnya gairah seks seorang perempuan akan menurun drastis. Perempuan yang bersuami dimanapun berada bakalan dag dig dug kalau mendapat kabar seperti itu. Seks memang bukan hal pokok dalam sebuah rumah tangga. Seks merupakan fitrah kebutuhan manusia. Dan, seks merupakan salah satu bentuk ibadah dalam sebuah rumah tangga.

Nah, waktu hamil anak pertama (Aisha) pada Maret 2013, saya sempat berdebar-debar menantikan kapan penurunan libido itu bakal terjadi. Dan, tewewew … ternyata setelah melewati trimester pertama, saya sama sekali tidak merasakan penurunan libido. Saat masuk trimester kedua pun yang ada libido justru meningkat. Grrr grraummm*efeksuaramacan*.

Begitu juga saat hamil anak kedua. Kegiatan pasutri tetap rutin dilakukan mengikuti jadwal suami atau spontan, kecuali memang dua pekan ini.

Lalu, apakah seks boleh dilakukan saat hamil ? Apakah kegiatan seks sama seperti sebelum hamil ?

Well, saya dan suami mencari info seputar hal tsb sejak hamil anak pertama entah bertanya ke teman, googling atau konsultasi ke obgyn kami langsung dong. Hehe. Untungnya, Dokter Nel orangnya gak jaim. Jadi, ditanya urusan pasutri ya jawabnya juga asyik. “Trimester pertama dan kedua jangan tembak langsung, Pak” begitu sarannya.

Alasannya, cairan sperma yang masuk ke rahim saat trimester pertama bakal menganggu perkembangan janin dan menyebabkan keguguran. Saat trimester kedua juga masih agak rentan dengan kehadiran si sperma, takutnya tiba-tiba kontraksi dan lahir prematur.

Suami juga dapat saran dari temannya yang berprofesi Dokter. “Nanti begitu udah masuk usia kandungan 8 atau 9 bulan, harus rajin-rajin ditembak langsung biar anak lo gampang keluar.

Hubungan seks pasutri akan berisiko tinggi pada saat kehamilan jika :

1. Memiliki riwayat keguguran

2. Si Ibu Hamil memiliki plasenta previa, suatu kondisi di mana sebagian dari plasenta menutupi leher rahim

3. Sedang mengalami pendarahan

4. Didiagnosis mengalami kehamilan anak kembar.

5. Air ketuban sudah pecah

Kira-kira seperti itu informasi yang saya sarikan dari beberapa sumber. Kegiatan seks bukan hanya menjadi tempat penyaluran “energi berlebih”, tapi dapat juga merekatkan ikatan diantara calon orang tua. Yang terpenting sebelum melakukan kegiatan seks tsb, Anda harus konsultasi dulu ke dokter kandungan.

Note : foto diatas diambil dari www.handbag.com

xoxo,

Bojone Gondrong

Iklan

7 comments

  1. Beneer… Aku pas hamil juga malah lbh aktif kegiatan seksualnya :p.. Tp ngertilah beberpa posisi memang agak beresiko, jd kita hindari.. Apalagi pas semakin gede, posisi jd g bisa aneh2 :p. Tp yg penting ttp bisa menikmati šŸ˜€

  2. Ini jadi pertanyaan aku juga ke obgyn ketika hamil pertama. Lah ya malah diketawain sama dokternya. Sepanjang hamilnya gak ada masalah, hajaaarr. Hehehe… posisinya aja yang di sesuaikan dengan kenyamanan kita sebagai bumil.

  3. Aku dulu malah tidak direkomendasikan di kehamilan pertama dan kedua. Kehamilan pertama karena udah kosong setahun dan takut mengganggu pertumbuhan janin, kehamilan kedua karena ada riwayat keguguran di kehamilan pertama.

  4. Saya punya riwayat keguguran, pas hamil trisemester 3 malah kontraksi setelah melakukan tanpa pengaman. Saya pikir bakalan terjadi sesuatu tapi alhamdulillah selamat. Sekarang anaknya sudah hampir 4 tahun šŸ™‚

    Terima kasih sharingnya mak. Nanti kalau dikasih rejeki lagi bisa lebih hati2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s