YKS : “Drama” Rosul versus Jibris

YKS

Senin (06/01/2014), saya dan suami menonton tayangan YKS (Yuk Keep Smile) di Trans Tv. Tayangan ini merupakan lanjutan dari program acara Yuk Kita Sahur pada bulan Ramadhan 2013.

Hmmm, I know akhir-akhir ini banyak banget yang kontra sama tayangan tsb. Di facebook, banyak yang nge-share ajakan untuk dukung petisi supaya YKS segera dihentikan. Jujur, saya belum ikutan dukung petisi tsb. Kenapa ? Simpel saja. Televisi itu kan benda. Sudah sepatutnya kita yang menguasai televisi. Gak suka sama tayangan A, tinggal ganti channel lain atau matiin lah trus buka majalah. Egois ya ?

Nah, lanjut soal tayangan pada Senin (06/01/2014). Ceritanya saya lagi ganti-ganti channel, sementara suami rebahan di sebelahan saya. Dari sekian channel, suami tertarik dengan tayangan YKS pada malam itu. Biasanya dia bete dan males banget nontonnya. “Bosan, gak mutu” begitu alasannya. Yang membuat ia tertarik lantaran malam itu YKS menampilkan adu panco. Dari pihak Trans Tv diwakili oleh gerombolan mas-mas berbadan kekar. Peserta lain berasal dari masyarakat umum yang memang mendaftarkan diri untuk adu panco. Kelas panco dibagi dalam 2 kelas, kelas 60 kg dan 70 kg.

Dari babak penyisihan diadu dari masyarakat umum yang menghasilkan juara, yang nantinya akan melawan mas-mas panco dari pihak Trans Tv. Pada babak penyisihan belum terlihat kejanggalan. Hingga akhirnya, dari kelas 60 kg muncul jawara panco bernama Rosul yang pakai ikatan kepala ala Timur Tengah. Diantara peserta yang lain, ia nampak menonjol dalam mengalahkan lawan-lawannya. Tiap kali menang, ia bakalan mengangkat kedua lengannya yang kekar dengan mimik muka yang gggrrrr …. mengeram.

Keanehan muncul saat babak final, antara Rosul versus Jibris (atau Jibril ?). Yess, si Jibris ini merupakan perwakilan Trans Tv,  jagoan panco bertubuh paling kecil dengan wajah berasa-paling-ganteng-bin-strong-sedunia *tepokjidat. Babak final ini dibagi dalam 2 babak. Babak pertama dimenangkan oleh Rosul dengan perjuangan lumayan berat untuk mengalahkan Jibris. Pada saat babak kedua, terlihat Jibris bersusah payah menahan tekanan dari Rosul yang sudah jelas banget lebih strong dan strong dari dia. Dan, nampak jelas banget, pada saat tangan Jibris sudah tidak kuat menahan tekanan tsb, sang wasit bernama Leo Situmorang justru menghentikan pertandingan tsb dengan alasan Jibris belum siap … atau apalah. Penonton dan peserta dibuat bingung oleh keputusan sepihak dari sang wasit yang akan mengulang pertandingan sampai babak ketiga. Muncul protes dan teriakan dari penonton di studio. Siapapun penonton entah yang di studio atau di rumah dapat melihat jelas, Rosul seharusnya menang, karena selama beberapa detik dia berhasil  memberikan tekanan tangan yang kuat terhadap lawannya. Di babak sebelumnya yaitu babak penyisihan, terlihat beberapa kali wasit memenangkan peserta yang sudah memberi tekanan beberapa detik kepada lawannya yang tidak kuat menahan serangan walaupun belum menyentuh bantal.

Dan, hal tsb tidak dilakukan oleh wasit terhadap Rosul yang jelas-jelas sudah menekan tangan Jibris beberapa detik lamanya dan penonton tahu bahwa Rosul harusnya menang. Lalu, di babak ketiga ketiga, lagi-lagi Jibris kewalahan menahan serangan-serangan dari Rosul seperti babak kedua, pada akhirnya sikut dari Rosul meleset dari bantal dengan posisinya menekan tangan Jibris, dan Rosul dinyatakan kalah. Wasit terkesan mencari-cari kesalahan dari Rosul.

Di sini, bukan masalah menang atau kalah. Panco adalah salah satu jenis olahraga. Dan, yang namanya olahraga itu haruslah sportif apalagi yang berhubungan dengan kompetisi.

Dalam kasus Rosul vs Jibris terlihat jelas wasit memihak memihak kepada Jibris, yang merupakan teman satu tim mereka sendiri. Nepotisme pun terlihat begitu kental dan kuat. Acara tsb live dan disaksikan jutaan mata di Indonesia. Secara tidak langsung hal tsb mengajarkan kepada masyarakat untuk menghalalkan segala cara untuk membela temannya sendiri demi mempertahankan gelar juara.

Saya tidak menutup kepala atau munafik bahwa kejadian tsb sudah mendarah daging di masyarakat kita. Kecurangan-kecurangan seperti itu dapat terjadi dimanapun. Saya memang gak ngerti aturan panco, tapi sebagai awam, terlihat sekali dari babak penyisihan sampai final sangat berbeda perlakuan wasit terhadap peserta dan temannya sendiri.

Ahh, ternyata otot besar, belum tentu hatinya besar.

xoxo,

Bojone Gondrong

Iklan

5 comments

  1. asli curang… waktu penyisihan 3 detik dah deket bantal dinyatakan kalah, jibris lebih dr 5 detik dibiarkan aja. sikut jibris jg keluar dari bantalan, tp malah rosul yg dianggap kalah. mana 2x sengaja tangan mau dilepas. panco yks benar” tidak sportif. yks juga gak mau kehilangan uang hadiahnya, mgkin terlanjur janji wat beri kepanti asuhan. tp bgaimnapun juga rosul yg harusnya menang n mendapatkan hadiahnya.. gue jdi gak suka dgn yks krn kecurangan yg tlah dilakukannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s