Pregnancy_test_result
Semalam.
Saya dan suami kembali bertemu Obgyn kami, Dokter Nelwati. Tanggal 4 Oktober kemarin, saya sudah test pack untuk yang kedua kalinya, daaaan hasilnya 2 garis super jelas. Yeaaay !
Saat saya sudah siap berbaring di ranjang, Dokter Nel masih menangani pasien yang sedang berkonsultasi di mejanya. Lalu, setelah si pasien keluar, terdengar ia membuka-buka catatan rekam medis saya. “Hmm, Ibu Maria Soraya ya ?” sapanya.
“Yess, Dok” Saya menjawab semangat.
“Ehh, Ibu yang kemarin baru lahiran Juli itu ya. Kok cepet banget isi lagi,”
“Heee, iyyaa Dok.” Saya nyengir.
Selanjutnya, suster membaluri perut saya dengan cairan gel. Dokter Nel memeriksa sekitar perut saya dengan USG. Tak nampak gambar “sesuatu” di layar USG. “Untuk cek apakah benar Ibu hamil atau tidak, kita pakai USG Transvagina yaa.”
Feeling saya ndak enak, apalagi denger kata-kata diujung kalimat tersebut. Saya langsung berisik nanya itu USG model apa. Si Obgyn menerangkan dengan santai. Suster menyuruh saya menekuk kedua kaki saya dalam posisi mengangkang, mirip seperti saaat saya melahirkan kemarin tapi tekukannya lebih ekstrem. Kemudian Suster itu menyerahkan sebuah alat panjang mirip sutil yang dilapisi plastik (atau kondom ?).
Muka saya pias. Omaigot, makkk saya mau diapain ?!!!
Dokter Nel menyuruh saya rileks. Saya, bukannya rileks malah makin tegang apalagi saat alat panjang itu dimasukkan melewati paha saya. Semakin masuk ke dalam, muka saya makin pias bin tegang. Saya masih sempat mencengkram lengan Dokter Nel yang nyantai aja menggerak-gerakkan alat itu ke kanan ke kiri. Di layar memang tampak sih kantung janin saya.  Saya tetap mencengkram lengan Dokter Nel saat alat itu pelan-pelan dikeluarkan dari bawah perut saya. Hikkkk, atit 🙁
Begitu adegan penyiksaan *inimenurutsaya* berakhir, saya duduk berdampingan suami dan konsultasi dengan Dokter Nel.
Menurut beliau, usia kandungan saya sudah 6 minggu. I’m happy but a little bit worry. Jarak kehamilan saya terlalu cepat, dan ada begitu banyak kemungkinan resiko. Pfiuuuuuwww, saya ndak mau mikir macam-macam. Yang penting, saya jaga pola makan + nutrisi + banyak-banyak mendekatkan diri dengan-Nya + sekaligus gak boleh terlalu capek seperti kehamilan pertama saya.
Ayooook semangat hamil !!
xoxo,
Bojone Gondrong