Jakarta Food Garden, Kulineran Asyik Di Ujung Timur Jakarta

jakfoodgarden

Apa sih yang kebayang mendengar nama Cakung ? Panas. Banyak pabrik. Tempat kedua di Jakarta dimana Anda bisa menemukan banyak truk gandeng setelah Tanjung Priok.

Yeah, Cakung dalam sejarah Jakarta, memiliki arti yang penting lho. Letaknya yang di ujung timur Jakarta ini pernah menjadi titik pertemuan Barat (Jakarta) dan Timur (Bekasi-Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur) pada jaman Belanda. Nah, di masa sekarang ini area Cakung menjadi pusat industri bertaraf lokal maupun internasional. Enggak usah heran, kalau lagi main ke Cakung banyak papasan sama kendaraan berat dengan rodanya yang banyak.

Para pengembang properti melihat potensi Cakung bukan hanya sebagai pusat Industri, tetapi tempat yang baik untuk kawasan tempat tinggal. Seperti inovasi yang dilakukan oleh PT. Modernland Realty Tbk dengan membangun Jakarta Garden City seluas 370 hektar. Berlokasi di Jl. Raya Cakung Cilincing KM.05, Cakung Timur, Jakarta Timur, enggak sulit kok menemukan Jakarta Garden City. Dari Stasiun Cakung, bisa naik ojek online dengan tarif Rp. 5000 dan bakal dianterin sampai depan lobby. Bagi yang tinggal di Bekasi pun pasti dengan mudah menemukan lokasinya.

Total luas Jakarta Garden City yaitu 370 hektar, dibagi dalam 3 kawasan diantaranya ; Garden City, River Garden dan Lake Garden. Konsep one stop living yang diusung Jakarta Garden City ini memungkinkan penghuni melakukan banyak kegiatan dalam satu wilayah. Ada sekolah Global Mandiri dan Global Baby School dengan standar internasional, lalu ada Club House untuk Anda yang doyan berolahraga. Kemudian untuk belanja kebutuhan dapur sehari-hari ada Modern Market. Urusan kesehatan, PT. Modernland Realty Tbk pun enggak tanggung-tanggung dengan membangun Rumah Sakit Mayapada. Yang paling asyik dari keseluruhan fasilitas yang ada yaitu akan dibangun Mall AEON dan IKEA. Siapa coba yang sanggup menolak belanja di IKEA ?

Hari Minggu siang (19/03), saya berkesempatan hadir di acara March Fiesta Jakarta Food Garden-nya Jakarta Garden City.Sesuai konsep March Fiesta, acara yang berlangsung selama 2 hari itu berlangsung sangat seru. Pada opening hari pertama, ada pelepasan balon terbang ke udara, kids story telling, penampilan tari balet dari adik-adik toddler. Saya yang datang di hari kedua pun masih merasakan serunya March Fiesta. Ada live band yang memainkan lagu-lagu semi rock, stand up comedy,  nobar bola di malam hari dan pengundian kupon doorprize bagi yang sudah kulineran di acara March Fiesta JGF.

Food Garden mengusung tema restoran al fresco, dimana para pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman outdoor di bawah tenda nan cantik. Saya cukup surprise ya dengan jumlah tenant yang ada di lokasi. Sudah ada 19 tenant untuk kuliner seru di Food Garden Jakarta Garden City :

IMG_20170319_141240

Ramen 38 Sanpachi

IMG_20170319_140809

Ayam Goreng Karawaci

IMG_20170319_141256

Brandt’s Atelier

IMG_20170319_140639

Soto Susu JG

IMG_20170319_140651

Nasi Timbel Parahyangan

IMG_20170319_140627

Cafe Tok Tong

  1. Depot Konro Karebosi
  2. Soto Kudus Pak Minto
  3. Dapur Bunda
  4. Nasi Campur Putra Kenanga
  5. Dapur Nyah Rita
  6. Cafe Selera Nusantara
  7. Sallero Raso
  8. Kedai Baksoku
  9. Rumah Rawon
  10. Publika
  11. Djabrew Cafe
  12. K&A Restaurant
  13. Daeng Bersaudara Khas Bugis Makassar
  14. Ramen 38 Sanpachi
  15. Ayam Goreng Karawaci
  16. Brandt’s Atelier
  17. Soto Susu JG
  18. Nasi Timbel Parahyangan
  19. Cafe Tok Tong

Dari sekian banyak tenant, saya mencoba makanan ala Dapur Bunda.  Yang recommended dari restoran ini adalah homemade noddle. Range harga makanan rata-rata enggak nyampe 30k. Seperti Bakmi Ayam yang saya pilih, harganya hanya 18k. Rasa ayamnya juicy dan enggak alot. “Ayam yang kami pakai untuk bakmi ini ayam negeri petelor. Makanan kami ini tanpa pengawet ya Mbak” jelas Bapak Rudi, owner Dapur Bunda. “Mie yang kami pakai ini homemade lho, per 2 hari sekali kami bikin.”

IMG_20170319_145319

Pesanan saya : Bakmi Ayam dan Jus Alpukat Dapur Bunda yang yummy

Setelah mencicipi makanan, ngobrol dengan owner Dapur Bunda dan sholat ashar, saya melanjutkan kegiatan yang lain di lokasi. Oh ya, di Food Garden ada fasilitas mushola yang cukup bersih loh. Ada mukenanya juga. Saya baru pulang jam 5 sore dari Food Garden. Sekali lagi, naik ojek online menuju Stasiun Cakung.

Buat yang kepingin tahu info kegiatan atau informasi seputar Jakarta Garden City, silakan mampir ke :

FB : Jakarta Garden City
Twitter : @JKT_Gardencity
Instagram : @jakartagardencity

ttd-marso

Ini 5 Alasan Mengapa Apartemen Taman Melati Margonda Selalu Sold Out

tamelmargonda

Sepuluh tahun yang lalu, kawasan Margonda tidak seramai sekarang ini. Pada waktu itu, saya Si Mahasiswi Tomboy, baru saja diangkat menjadi Asisten Dosen Bidang Komputer di sebuah kampus swasta di Depok. Apartemen pertama dibangun di Jalan Margonda Raya. Saya masih ingat, pernah berujar pada seorang teman “Bikin Apartemen kok Di Depok ? Siapa yang mau tinggal”. Yeah, apartemen itu kan identik dengan kalangan eksmud, sesuatu yang wah dan harganya pun enggak murah.Ternyata, saya salah duga.

Para pengembang properti tahu betul bahwa setiap tahun ribuan mahasiswa masuk ke kawasan Kota Depok. Maka, membangun apartemen di Depok harus disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Dari mulai harga jual dan harga sewa sampai fasilitas yang tersedia. Tahun 2016, ada sekitar 5 Apartemen yang berada di sepanjang Jalan Margonda Raya. Salah satu apartemen mahasiswa yang paling dicari yaitu Grand Taman Melati Margonda yang lebih populer dengan sebutan TAMEL. Darimana saya tahu ? Kebetulan 2 adik saya kuliah di Universita Indonesia. Yang satu di Fakultas Hukum (FHUI), yang satu lagi di Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

Saat saya baru menikah sempat kepingin tinggal di apartemen meskipun dengan cara menyewa bulanan. Maklum, cita-cita saya setelah menikah itu ingin bekerja dan berkarya dari rumah. Tinggal di apartemen dengan segala fasilitas tentunya dapat mendukung pekerjaan saya.

“Di TAMEL aja Kak, dekat stasiun. Nyari makanan juga gampang.” kata Reza, adik saya yang kuliah di FHUI.

Sarah, adik perempuan saya  yang kuliah di FIB ikut menimpali. “Jangan di apartemen X, Kak. Jorok banget dalemnya, kayak rumah susun. Sarang narkoba pulak,”

Kening saya mengernyit. Gimana ceritanya apartemen jadi mirip rumah susun ? Sayang dong ya sudah bayar sewa mahal tapi lingkungan tempat tinggal enggak kondusif. Pada akhirnya saya enggak kesampaian tinggal di apartemen, karena Pak Suami punya phobia pada ketinggian dan lebih terbiasa tinggal di landed house. Namun, apa yang diucapkan Sarah, benar. Saya pernah berkunjung ke sebuah apartemen mahasiswa di Jalan Margonda untuk meeting urusan pekerjaan. Speechless campur merinding lantaran saya seperti masuk ke sebuah tempat remang-remang nan kumuh.

#TamelHangout Bersama APP

Pada Sabtu sore (11/03), saya menghadiri gathering #TamelHangout bersama PT. Adhi Persada Properti (APP) di Grand Taman Melati II Margonda. APP merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Sebelumnya, APP sudah mengembangkan Taman Melati Margonda pada tahun 2010 dan hunian sebanyak 800 unit sold out dalam tempo satu setengah tahun. Berikutnya, di tahun 2013 dalam area yang sama, APP kembali membangun Grand Taman Melati Margonda sebanyak 507 unit. Jadi, ada 1.307 unit apartemen yang sudah laku terjual.

Pada Maret 2017, APP kembali merealisasikan proyek apartemen mahasiswa dengan membangun Grand Taman Melati II untuk memenuhi kebutuhan pasar. Enggak sulit untuk mencapai ke lokasi, karena letaknya di pinggir jalan protokol Kota Depok. Yang berangkat dari Depok dan naik kendaraan umum, bisa langsung turun di depan Taman Melati. Yang naik commuter line, tinggal jalan kaki menuju lokasi.

Acara dimulai dengan tur keliling apartemen didampingi Ibu Elvira selaku Project Manager Taman Melati Margonda beserta tim. Saya dan teman-teman Blogger Crony diajak menikmati indahnya pemandangan di kolam renang.

“Demi keamanan dan privasi, kolam renang ini hanya diperuntukkan bagi penghuni apartemen. Tidak dibuka untuk umum. Bagi Mbak dan Mas yang mau langsung berenang setelah acara ini, bisa loh” jelas Ibu Elvira. Duh, jadi pengin nyemplung kayak putri duyung.

apartemen1

Studio Bedroom – Photo : Eni Martini

 

 

pantri

Pantry – Photo : Eni Martini

toilet

Toilet – Photo : Eni Martini

view

View – Photo : Eni Martini

tamelgarden

Garden – Photo : Eni Martini

Dari hasil tur keliling apartemen, saya jadi tahu ini 5 keunggulan Apartemen Taman Melati Margonda dan Apartemen Grand Taman Melati Margonda selalu SOLD OUT :

  1. Kebersihan
    Saat tur keliling Apartemen Taman Melati dan Grand Taman Melati I, kesan yang saya tangkap adalah BERSIH. Penerangan di lorong-lorong apartemen pun cukup karena adanya jendela besar pada setiap lantai.
    Hal ini diakui Chica, mahasiswi yang menghuni unit Apartemen Taman Melati. Menurutnya, faktor kebersihan sangat penting jika tinggal di Apartemen.
  2. Keamanan
    Menurut penuturan Ibu Elvira, setiap penghuni hanya diperbolehkan memiliki maksimal 2 access card. “Tidak bisa digandakan ya, Mbak” ujarnya di sela-sela tur. Selain itu, bagi penghuni yang kepingin jajan online delivery, kurir pengantar hanya dperbolehkan sampai lobby. “Jadi si penghuninya yang turun ke resepsionis”, lanjutnya, lagi.
  3. Strategis
    Berada di sisi pinggir jalan dekat gapura Selamat Datang di Kota Depok, area Apartemen Taman Melati Margonda dan Grand Taman Melati I sangat strategis. Bagi mahasiswa yang hendak kuliah enggak bakal repot karena cukup berjalan kaki ke kampus. Hemat biaya transport. Demikian juga, bagi pecinta kuliner. Di sekitar apartemen banyak terdapat tempat makan murah dan enak.
    Bagi yang senang bepergian, di belakang apartemen, juga terdapat Stasiun UI. Bisa dipastikan akses bepergian menggunakan commuter line lebih mudah.”Tiap weekeend atau liburan panjang, apartemen ini pasti sepi karena penghuninya pulang ke rumah ortu”.kata Ibu Elvira.
  4. Fasilitas komplit
    Ibu Elvira sempat menyebutkan bahwa konsep yang diusung APP untuk dua apartemennya yaitu ASYIK. Maksudnya, selain fasilitas standar seperti : resto/cafe, 2 buah kolam renang, convenience store 24 jam serta ATM, APP juga menyediakan student centre bagi mahasiswa. Jadi, mahasiswa yang lagi boring belajar di kamar bisa langsung turun ke student centre. Yang mau berdiskusi dengan teman-temannya membahas proyek kampus bisa-bisa saja.
  5. Cocok untuk investasi
    Dengan 4 keunggulan yang tadi disebutkan, wajar jika Apartemen Taman Melati dan Grand Taman Melati Margonda selalu sold out. Selain menyasar pada mahasiswa sebagai pembeli potensial, APP juga menargetkan para dosen dan karyawan yang bekerja di kampus yang dijuluki The Yellow Jacket.
    Untuk investasi, membeli unit di Grand Taman Melat II patut dipertimbangkan. Depok terus berkembang dan mahasiswa baru akan selalu datang. Setiap orangtua mahasiswa pastinya membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi putra-putrinya saat menempuh studi di kampus tersebut. Dengan nilai investasi sebesar 500 jutaan per unit, setiap tahun nilainya akan terus meningkat.

Apartemen Grand Taman Melati II Margonda, Investasi Sejak Dini Untuk Masa Depan Lebih Pasti

IMG_20170311_162856

Dok. pribadi

Menurut penuturan Ibu Elvira, pembangunan Grand Taman Melati II Margonda sudah dimulai sejak November 2016. Estimasi pengerjaan yaitu kurang lebih dua tahun. Diharapkan pada tahun 2019, seluruh unit apartemen ini sudah sold out dan APP serah terima kunci pada penghuni.

Apartemen Grand Taman Melati II Margonda terdiri dari beberapa tipe, yaitu :

Studio A

studioA

Studio B

studioB

Studio Corner

studioC

1 Bedroom

1bedroom

facilities.jpg

Setiap kamar sudah dilengkapi dengan water heater dan full furnished, pastinya. Yang saya suka, setiap kamar studio meskipun kecil tapi hommy.

“Bagi pembeli yang bertujuan investasi properti, APP menyediakan titip sewa. Jadi, unit yang sudah dibeli, bisa disewakan dengan min. 6 bulan. Enggak perlu repot, nanti pihak manajemen yang akan carikan penyewanya. Anda pembeli tinggal terima beres.” kata Ibu Elvira.

Dalam gathering #TamelHangout, Pak Ferry Thahir General Manager II PT. Adhi Persada Properti (APP) sempat menyebutkan bahwa APP dalam mengembangkan setiap bangunan, selalu mengedepankan konsep saving environment. Dalam konsep bangunan yang ramah lingkungan, setiap bangunan yang dikembangkan APPP akan memiliki unit prngolahan air, dimana sisa air akan diproses dan bisa digunakan kembali untuk kegiatan penyiraman tanaman, mencuci kendaraan dan lain-lain.

Nah, sekarang Anda sudah tahu 5 keunggulan Apartemen Taman Melati Margonda dan Grand Taman Melati I. Yang kepingin investasi properti, Grand Taman Melati dapat menjadi pertimbangan. Untuk semakin mempermudah proses jual-beli atau yang ingin belajar berbisnis properti, cukup download apps APP Smart Tools yang ada di Appstore.

ttd-marso

Menelusuri Jejak Batik Sambil Belanja Asyik Di Museum Tekstil Jakarta

museumtekstil.jpg

“Hah, mau ngapain sih ke museum ? Plis, kayak enggak ada tempat hiburan lain sih, Ay” cetus seorang teman, sebut saja namanya Anggrek. Rumah kami saling berdekatan. Kami berdua sedang merencanakan tempat liburan bersama anak-anak di akhir pekan. Kebetulan suami Anggrek dan suami saya sama-sama bekerja di akhir pekan. Daripada duduk di teras sembari sirik gosipin tetangga-tetangga lain yang sedang menikmati kebersamaan di hari libur, mending jalan-jalan keluar rumah dong. Yeah, atas nama keseimbangan hidup maka setiap Ibu butuh piknik. Because, happy moms raise happy kids.

Kecuali anda seorang penulis buku yang sedang riset atau travel blogger, jalan-jalan ke museum memang masih menjadi hal aneh bagi kebanyakan orang Indonesia. Enggak heran ya museum identik dengan kegiatan field trip sekolah atau saat butuh foto prewedding. Sebelum menikah, saya cukup rajin mengajak 5 adik saya mengunjungi museum-museum di sekitar Jakarta. Harga tiket masuk murah, bisa membawa bekal makanan sendiri dan pastinya bikin tambah pintar.

Demi Si Anggrek mendapat pencerahan bahwa liburan itu bukan hanya window shopping di mall, saya pun mengajaknya berkunjung ke museum. Biar dia enggak mabok ketemu benda-benda bersejarah, saya sengaja memilih Museum Tekstil yang lokasinya berdekatan dengan Pasar Tanah Abang. Jadi, pulangnya bisa sekalian belanja-belanji cantik.

“Ih lihat deh ini, aku nemu aplikasi belanja online baru, download ah” kata Anggrek bersemangat. Dia menunjukkan aplikasi belanja dengan logo bergambar lebah kuning. Namanya, Honestbee. Anggrek memang doyan belanja online, apalagi kalau ada diskonan. Saya pun ikutan mendownload, karena ada embel-embel “bisa belanja bulanan dengan asisten belanja profesional”. Meskipun saya tinggal di Depok, tetapi tiap tanggal muda, jalan-jalan besar sudah pasti macet dengan orang-orang yang akan belanja bulanan. Nah, kalau ada aplikasi online kan tinggal pilih-pilih produk. Lalu, sambil menunggu barang datang, saya bisa mengerjakan tugas lainnya bahkan menambah quality time dengan Mada.

Saat saya sedang mendownload aplikasi Honestbee, enggak sengaja menemukan pengumuman event Wisata Sambil Belanja Bersama Kriya Indonesia yang ramai di timeline. Duh, pucuk dicinta ulam pun tiba. Si Anggrek pasti langsung ijo matanya ada embel-embel belanja. Saya pun mendaftar, begitu juga si Anggrek. Alhamdulillah, kami berdua lolos. Dan, asyiknya menjadi bagian dari 100 peserta blogger pada tanggal 26 Februari 2017.

Ini Cara Belanja Asyik Tanpa Panik Sambil Mengenal Batik

Pada hari H, saya berangkat dari Depok naik kereta jurusan Jatinegara dan turun di Stasiun Tanah Abang. Lokasi Museum Tekstil berada di Jl. K.S Tubun No 2-4, Jakarta Barat, tepat berada tak jauh dari stasiun. Cukup berjalan kaki beberapa meter dan voila sudah tiba di depan bangunan bergaya arsitektur Belanda

museumtekstil

Seperti museum-museum lainnya di Jakarta yang sudah saya kunjungi, harga tiket masuk ke Museum Tekstil cukup murah. Untuk dewasa tiket masuknya sebesar Rp.5000, mahasiswa Rp.3000, dan anak-anak cukup bayar Rp2000. Untuk yang datang bersama rombongan, ada harga khusus loh (min. 20 orang). Buat yang kepingin belajar, Museum Tekstil menyediakan kursus batik dengan tarif Rp. 40.000 untuk turis lokal dan Rp. 75.000 untuk turis asing. Tuh kan, murahnya pake banget !

Di museum tekstil, sebagian blogger sudah duduk sembari menikmati snack pagi. Beberapa ada yang  antri di meja pendaftaran. Setelah mengisi daftar hadir, saya bergabung dengan para blogger lainnya yang penuh semangat di pagi itu. Sesi pertama dibuka oleh Bapak Toni perwakilan dari Honestbee. Beliau menjelaskan tentang Honestbee, layanan belanja online untuk kebutuhan sehari-hari asal Singapura. Pertama kali diluncurkan pada 25 Januari 2017 di Jakarta, Honestbee melayani order belanja di 17 outlet Transmart Carrefour terdekat dengan pengiriman barang. Hal ini tentu akan mempercepat proses pengiriman barang. Maksimal 1 jam dari waktu pemesanan. Menurut Bapak Toni, kelebihan Honestbee bukan hanya karena memiliki Asisten Belanja Profesional, tetapi harga produk di aplikasi sama dengan harga yang dijual di retail. Misalnya, di Transmart Carrefour sedang ada diskon sekian persen untuk Minyak Goreng X, hal itu berlaku juga melalui Honestbee. Jadi, harga SAMA.

lebahkuning

Sesi berikutnya adalah pembukaan acara oleh Mak Astri Damayanti selaku founder Kriya Indonesia. Dilanjutkan dengan pengenalan Museum Tekstil oleh Ibu Misari yang merupakan perwakilan dari Satuan Pelaksana Edukasi dan Informasi Museum. Beliau menjelaskan awalnya bangunan Museum Tekstil Jakarta merupakan rumah warga negara Perancis pada abad 19. Sempat berpindah tangan sampai akhirnya dibeli oleh Departemen Sosial RI, yang kemudian diserahkan pada PEMDA DKI untuk dikelola sebagai Museum Tekstil Jakarta.

Gedung Museum Tekstil Jakarta memiliki koleksi 2350 koleksi yang terdiri dari 886 koleksi kain batik, 819 koleksi kain tenun, 425 koleksi campuran, 70 koleksi peralatan, 150 koleksi busana dan tekstil kontemporer. Oh iya, gedung Museum Tekstil Jakarta terdiri dari dua bangunan utama yaitu gedung Pameran Tetap dan gedung Pameran tidak tetap atau kontemporer.

Selanjutnya, kami bersiap melakukan tur keliling museum. Saya bergabung dengan rombongan blogger yang sedang berbaris antri di pintu masuk museum.  Dipandu oleh Miss Fanny, seorang volunteer bule dari Perancis dan Mas Dimas tour guide museum, kami belajar mengenal ragam kekayaan kain nusantara.

Tiba-tiba smartphone saya bergetar. Saya membuka sms yang masuk.Pengirimnya Ibu Mertua.

Kamu acara sampai jam berapa ? Nanti pulangnya nitip beli minyak goreng, gula sama detergen ya. Mada enggak bisa ditinggal. Jangan lupa.

Duh, saya lupa bilang kalau acara kunjungan ke museum agak lama waktunya. Mau minta tolong Pak Suami, wah berabe karena beliau masih jam kerja.Kalau saya kelamaan merespon, bisa dikutuk jadi jambu klutuk sama Ibu Mertua.

Si Anggrek yang melihat wajah saya panik pun berkomentar, “Yaelah, dirimu pucat gitu mukanya. Belanja online aja sik. Kamu tinggal pilih produk. Barang langsung diantar kurir. Kan kemarin udah download Honestbee. Tadi juga ada presentasi produknya. Buat apa kamu download kalau kamu gak pakai,”

Saya pun membuka aplikasi Honestbee. Pertama kali, sign up dulu. Kemudian, e-mail verifikasi akan dikirimkan melalui e-mail. Setelah confirm, kemudian saya masuk ke halaman utama yang berisikan nama retail lengkap dengan produk dan harganya. Untuk #BelanjaJadiMudah menggunakan aplikasi Honestbee, ini caranya :

  1. Pilih alamat tempat pengiriman barang. Tulis yang lengkap termasuk nomor telpon si penerima barang. Semakin lengkap alamatnya, semakin cepat kurir menemukan lokasi pengiriman yang dituju.
  2. Pilih store tempat anda akan belanja. Ada beberapa pilihan store. Saat ini honestbee telah bekerjasama dengan transmart carrefour yang merupakan ritel terbesar di Indonesia.
  3. Pilih barang yang akan dibeli. Kalau butuh 1 item barang, tinggal klik sekali. Kalau butuh lebih dari 1 item, tinggal klik nanti akan keluar jumlah barang.
  4. Setiap produk sudah ada kategorinya. Tinggal klik menu Departments, akan muncul 16 kategori barang termasuk barang yang sedang promosi dan recommended. Misalnya, saya butuh minyak goreng, pilih Food Cupboard, akan muncul berbagai pilihan merk produk lengkap dengan harganya. Setelah selesai memilih minyak goreng, saya pindah ke Household & Cleaning untuk detergen pesanan Ibu Mertua.
  5. Setelah pesanan produk sudah komplit di keranjang belanja (cart), lalu pilih check out, isi komplit alamat penerima serta nomor telepon yang bisa dihubungi dan tentukan waktu pengiriman di time slots.
  6. Terakhir, pilih cara pembayaran, dengan cash on delivery atau credit card.

Buat pendaftar pertama ada potongan diskon sebesar 75k dengan min. belanja 250k. Oh iya, yang mau dapet voucher belanja sebesar 50k, coba pakai kode referral dari saya (syarat & ketentuan berlaku) :

https://id.honestbee.com/r/MARIASA8691

Akhirnya, hati saya mencelos setelah seluruh prosedur belanja telah dilakukan. Enggak pakai ribet. Saya pun kembali mengikuti tur keliling museum. Sebagai wong aseli Pekalongan yang sudah mampir ke Museum Batik, saya semakin bangga dengan koleksi batik yang ada di Museum Tekstil.

“Eh tapi aku sebagai orang Indonesia malu loh, masa yang jadi volunteer tour guide-nya bule” kata Helena Mantra, teman sesama blogger yang sedang menyimak penjelasan Miss Fanny. “Dia lebih fasih dari kita,”

Saya tersenyum. “Justru itu biar orang Indonesia pada tertarik datang ke museum. Kalau yang jadi tour guide museum itu mbah-mbah pakai kemben, berasa gimana gitu,” seloroh saya. Mamah muda itu pun nyengir. Kami pun kembali mengikuti penjelasan Miss Fanny. Sesekali bertanya pada Mas Dimas.

7 Fakta Museum Tekstil Jakarta Yang Anda Wajib Tahu

  1. Ada 2 jenis motif batik yaitu Batik Pesisir dan Batik Klasik. Batik Pesisir berasal dari Madura, Pekalongan dan Cirebon. Ciri Batik Pesisir dapat dilihat dari motifnya dan warnanya yang lebih cerah. Sementara, Batik Klasik berasal dari Solo dan Jogja dengan warnanya yang cenderung satu tone.
  2. Jangan heran menemukan gambar naga pada motif Batik Cirebon. Di kota yang termasuk jalur pantura itu memang tidak pernah ditemukan naga, tetapi kedatangan bangsa Cina di masa lalu yang mempengaruhi motif Batik Cirebon.
  3. Motif Batik Kawung merupakan motif batik tertua di Indonesia dan sering digunakan sebagai penutup jenazah bagi warga Jogja.
  4. Proses pembuatan batik bermacam-macam. Salah satunya, Batik Gentongan asal Madura, proses pewarnaannya dengan cara memasukkan kain ke dalam gentong lalu ditimbun di dalam tanah selama 3 bulan hingga warnanya muncul. Harganya ? Jangan ditanya. Mihil !
  5. Pernah bingung membedakan kain batik tulis, batik cap dan batik print ? Pada batik tulis, terdapat gambar pada dua sisi kain dan tidak simetris. Gambar yang terdapat pada batik cap lebih simetris karena digaris. Pada kain batik print, gambar hanya ada di satu sisi kain.
  6. Semakin tua usia batik maka semakin ‘ringkih’ saat disimpan. Sebaiknya kain batik dicuci dengan lerak. Atau, lebih simpel sih, sekarang sudah banyak dijual sabun khusus mencuci batik. Sebulan sekali keluarkan kain batik dari lemari untuk diangin-anginkan.
  7. Koleksi batik Anda di lemari sudah terlalu banyak ? Museum Tekstil menerima ‘penitipan’ kain batik dengan syarat usia kain di atas 50 tahun, batik tulis dan memiliki sejarah.

Di akhir tur keliling, Chef Jun dari @resepdapurayah melakukan demo masak di hadapan para blogger. Pas banget ini, karena perut sudah keroncongan. Menu yang dibuat ada 2 yaitu Ayam Rica-rica dan Puding Sarikaya Gula Merah.Chef Jun sembari beratraksi dengan aneka bumbu dan wajan sempat memberitahu bahwa bahan makanan yang dipakai untuk memasak pesan langsung ke Honestbee. Dijamin fresh. Karena, Honestbee memiliki Asisten Belanja Profesional yang siap memilihkan bahan-bahan segar berkualitas.

img_20170226_112328

Jam setengah satu siang, seluruh rangkaian acara pun berakhir. Ibu Mertua sempat mengirimkan foto belanjaan yang sudah diterima sambil menyebutkan “Ibu cuma bayar 10 ribu untuk ongkos kirim. Murah ya”.

Pak Toni dari Honestbee sempat menyebutkan belanja via Honestbee  itu cukup bayar ongkos kurir sama biaya asisten buat belanja di retail yang Anda pilih. Enggak mahal kok biayanya, bahkan kadang free delivery.

img_20170226_185434

Belanjaan Ibu Mertua sudah tiba di tempat

Oh ya, ada kejadian seru saat kami Blogger Depok hendak keluar gerbang. Kami sempat berpapasan dengan rombongan driver Honestbee. Namanya Ibu-ibu gercep (gerak cepat), kami langsung mengabadikan para driver berseragam kuning. Mereka akan mengantarkan pesanan barang milik peserta Wisata Belanja yang sempat belanja di lokasi acara.

#BelanjaJadiMudah ? Ya di Honestbee aja !

img_20170226_122139

Pasukan driver Honestbee

Kongkow Cafe & Delivery : Tempatnya Menu Otentik Untuk Kongkow Asyik

cafekongkow

Kawasan Margonda Depok merupakan surganya tempat kuliner bagi yang doyan icip-icip makanan baru atau benar-benar butuh tempat untuk melampiaskan rasa lapar. Mau makan di warung tenda kaki lima, hayuk. Mau cari lokasi yang instagram-able, banyak. Mau cari tempat kuliner yang ada di dalam mall pun lebih banyak pilihannya. Maklum, ada 5 pusat perbelanjaan besar di sepanjang jalan Margonda. Kebayang gimana padatnya Jalan Margonda di jam-jam tertentu apalagi akhir pekan. Macetnya sebelas dua belas sama jalanan di Jakarta.

Akhir Februari lalu, saya bersama teman-teman Blogger Depok janjian untuk ngobrol cantik sambil nyicipin menu otentik dari Kongkow Cafe & Delivery. Atas rekomendasi Mak Eni Martini, saya dan teman-teman Blogger Depok jadi tahu kalau kulineran itu enggak kudu ke Margonda. Untuk mencapai Kongkow Cafe & Delivery cukup mudah kok. Bagi yang tinggal di sekitaran Tanah Baru atau Ciganjur dan sekitarnya, cukup ambil jalan lurus ke arah belakang kampus UI dari perempatan Tugu Tanah Baru. Buat yang dari Margonda dan sekitarnya, bisa masuk lewat kampus UI menuju pintu belakang UI kukel.

Awalnya bangunan Kongkow merupakan bekas kos-kosan bertingkat yang tidak terawat selama bertahun-tahun. Tiap kali saya lewat, berasa agak spooky gitu ya. Saya pangling ketika awal 2017, bangunan tersebut sudah berubah menjadi sebuah cafe yang hommy. Berulang kali saya lewat tetapi urung mampir. “Ah, palingan mahal harganya” batin saya. Don’t judge a book by it’s cover sepertinya cocok untuk menggambarkan saya yang sudah salah duga. Setelah saya kongkow bareng Blogger Depok, ternyata harga makanan dan minumannya sangat terjangkau.

img-20170223-wa0041

Daftar Menu dan Harga Kongkow Cafe & Delivery

Hujan deras menjelang sore, kami Blogger Depok ngobrol cantik ditemani Ibu Sumi Joko -owner Kongkow Cafe & Delivery – yang sangat ramah. Sebagai pembuka, kami mencicipi  kopi vietnam hangat. Ibu Sumi sempat berseloroh “Ini kopi vietnam bebas sianida ya. Oke punya”

vietnamkopi

Kopi Vietnam ala Kongkow Cafe & Delivery

Untuk menemani kopi vietnam, lalu tiba giliran kami Blogger Depok memilih makanan dari daftar menu. Mak Leyla Hana menjatuhkan pilihannya pada Nasi Sate Ayam Maranggi, Mak Nunu Halimi memilih Nasi Bakar, Mak Eni dan Mak Zata kompak memilih Nasi Ayam Betutu. Saya yang doyan makanan berkuah penuh rempah, memilih Laksa Singapore. Maklum, saya gampang masuk angin, jadi begitu melihat ada makanan berkuah di daftar menu, mata saya langsung ijo. Penasaran juga sama Laksa Singapore, karena yang saya tahu hanya laksa betawi yang bisa ditemui di Setu Babakan Jagakarsa. Kira-kira seperti apa rasanya ya ?

Begitu makanan tiba di meja makan, saya terkejut melihat porsi Nasi Ayam Betutu dan Nasi Bakar yang cukup besar. Kami pun saling icip-mengicip makanan. Bukan cuma porsinya yang juara, rasanya pun juara. Nasi Ayam Betutu terdiri dari nasi, ayam, plecing kangkung, kacang, dan sambal. Sementara, Nasi Bakar isinya terdiri dari Nasi Bakar yang porsinya besar komplit dengan tahu tempe dan sambal sesuai request. Tak ketinggalan, kami memesan bakwan jagung manado yang ukurannya juga besar. Wah, ini mah alamat bakal pulang dengan kemerkaan (bhs sunda : kenyang).

head

Sembari mencicipi satu-persatu makanan di meja, saya seolah sedang menjelajah kota-kota di Indonesia lantaran makanan yang dihidangkan berasal dari daerah yang berbeda. Ada Sate Maranggi dari Purwakarta, Nasi Bakar dari Bogor, Nasi Ayam Betutu Bakar dari Bali. Dan, tak ketinggalan Rujak Aceh yang disajikan sebagai makanan penutup. Rujak Acehnya sangat spesial karena langsung dibikinin sama Ibu Sumi.

Icip-icip sudah, nah soal fasilitas, di Kongkow disediakan mushola dan tempat parkir yang luas. Ada wifi juga. Buat yang mau kongkow outdor ada bangku-bangku tinggi berjejer. Yang kepingin kongkow di dalam, ada kursi-kursi kayu panjang yang siap menampung kamu kamu dan iya kamu.

Buat yang penasaran sama Kongkow Cafe & Delivery, catat ini alamatnya :

Lokasi: Jl. Palakali No. 65 Kukusan Depok

Instagram: @KangenKongkow

Telepon: 021-29318535

WA: 08128080200/ 0811988902

Maria Soraya

4 Pengalaman Seru Perempuan dan Sahabatnya Dalam Dove Sisterhood

dovesisterhood

photo credit @rorowenny

Akhir-akhir ini saya sering banget ditanya “Kok kamu bisa dekat sama si Mak Leyla Hana, dia kan blogger senior” atau “Kok kamu sering jalan sama si Mak Eni Martini”. Dan, pertanyaan demi pertanyaan yang entah beneran pengen nanya atau iseng aja. Dua nama yang saya sebut tadi memang blogger senior yang sudah malang melintang di dunia menulis dan blog. Saya bersyukur bisa mengenal mereka dan alhamdulillah karena faktor lokasi rumah kami dekat jadilah kami sering bareng ke event.

Terakhir kali saya punya sahabat dan geng perempuan itu … waktu saya masih berseragam putih biru alias waktu SMP ! Setelah lulus SMP, saya masuk STM dan teman perempuan saya cuma ada 3 orang. Lulus dari STM pun saya kuliah mengambil jurusan Sistem Informasi yang mayoritas laki-laki. Saya masih ingat loh, Mamah itu berulangkali mendaftarkan saya untuk mengikuti les-les yang ‘cewek banget’. Sayangnya, saya enggak suka. Jadi, jujur saya lupa bagaimana cara menjalin persahabatan dengan sesama perempuan. Saking lupa dan kakunya, saya enggak paham bahasa sentuhan. You know lah, ada saat-saat perempuan butuh di pukpuk bahunya. Ada saat-saat perempuan butuh curhat dan pelukan sahabat. Endebrai. Endebrai.

Akhir tahun lalu, kehidupan saya pelan-pelan berubah setelah bertemu Mak Eni Martini lalu Mak Leyla Hana, Mak Santy dan Mak Nunu Halimi. Kami satu komunitas blogger, lokasi rumah sama-sama di Depok dan kami punya kesamaan untuk beberapa hal. Berkat mereka, saya belajar untuk berempati terhadap sesama perempuan. Saya belajar bahasa sentuhan. Saya belajar banyak tentang dunia menulis dan blog. Dan, saya pun belajar untuk lebih memperhatikan penampilan.

Berkaitan dengan sahabat perempuan, saya berkesempatan hadir di acara Dove Sisterhood Event. Acara diadakan di Kota Kasablanka pada tanggal 25 – 26 Februari 2017. Dove Sisterhood ingin mengajak perempuan Indonesia dan sahabatnya untuk saling menginspirasi, dimana mereka dapat merasakan real beauty dengan rambut indah, lembut dan sehat bernutrisi. Sayangnya, saya tidak bisa mengajak Mak Eni Martini dkk karena mereka bentrok acara di jam dan tanggal yang sama.

IMG_20170225_132727

Untuk merasakan keseruan acara Dove Sisterhood, saya mengajak 3 teman blogger yaitu Adriana Dian, Mak Maya Siswadi dan Mbak Sumiyati Supriasih. Mereka datang tepat waktu dengan tampilan cling yang bikin pangling. Demi apah ? Demi hadir di Dove Sisterhood pastinya. Di lokasi, saya dan 3 teman blogger merasakan 4 pengalaman seru bersama Dove. Ini lho pengalaman seru kami :

  1. Product Experiences
    Setelah registrasi, blogger dan sahabatnya diajak merasakan langsung Dove Conditioner di mini salon lengkap dengan tempat cuci rambut dan pengeringnya. Penasaran, saya sempat mendaftar. Rupanya, yang penasaran bukan hanya saya, tetapi blogger lain bersama para sahabatnya sudah antri ingin merasakan Dove Conditioner. Khusus, blogger berhijab, enggak usah khawatir, karena saat rambut dicuci dan dikeringkan ruangan tertutup rapat.
  2. Backlight Selfie Challenge
    Bagi yang sudah merasakan mini salonnya Dove Conditioner, dapat mengikuti Backlight Selfie Challenge.Itu lho semacam photobooth dengan tantangan foto selfie membelakangi cahaya. Dari hasil foto tersebut dapat terlihat perubahan setelah menggunakan Dove Conditioner. Yang rambutnya jigrak kaku jadi halus lembut. Kok bisa ? Yaiya, karena Dove Conditioner memiliki formula unik Silk Creme dan teknologi 100 % Microsheet yang dapat menyempurnakan 100 % perawatan rambut.
  3. Sisterhood Photo Exhibition
    Yang ini merupakan rangkaian foto sepasang sahabat dengan rambut indah bebas kaku yang menang kontes online #SempurnakanDenganDove di sosial media. Mereka mendapatkan kesempatan difoto oleh @RioMotret, fotografer sleebriti. Asyiknya, hasil fotonya dipamerkan dalam pameran foto ekslusif untuk menginspirasi perempuan bersama sahabatnya.
  4. Workshops Inspiratif
    Selain menjajal langsung Dove Conditioner, blogger dan sahabatnya dapat mengikuti 2 workshops berkaitan dengan perempuan inspiratif. Pada hari pertama, workshop-nya bertema “Some Interest Brought Us Together” dengan narasumber Nike Prima dan Miranti Adi (founders Livingloving.net) . Lalu, di hari kedua workshop-nya bertema “From Sister to Business Partner” dengan narasumber Andina Nabila Irvani dan Nerissa Arviana (founders Slight Shop Footwear).

Melalui Dove Sisterhood, saya dan teman-teman blogger jadi tahu conditioner jenis apa yang cocok untuk kami. Oh ya, kata mbak-mbak kapster yang mencuci rambut saya, menurutnya jenis rambut saya cocok menggunakan Dove Total Hair Fall Treatment karena rambut saya lagi mudah rontok.

Setelah mengikuti rangkaian acara Dove Sisterhood, saya enggak sabar berbagi cerita dan pastinya merekomendasikan Dove Conditioner untuk teman-teman dekat saya, Mak Eni Martini dkk. Gimana dengan kamu, punya cerita seru sisterhood bersama sahabat perempuanmu ?

ttd-marso

Sering Kesemutan dan Kebas? Yuk, Lakukan 3 Cara Mudah #LawanNeuropati

neurobionheader

Suatu siang, dalam perjalanan menuju pernikahan seorang teman, motor tiger yang saya naiki tiba-tiba berhenti menepi di pinggiran Jl. Pancoran Jakarta Selatan. “Kamu ngapain sih ? Kakinya jangan gerak-gerak gitu. Bahaya tau !” tegur Pak Suami. Rupanya beliau merasakan telapak kaki kanan saya yang sedang digerakkan berulangkali. “Makanya jangan sering minum yang manis-manis, jadinya sering kesemutan kan,” lanjutnya lagi, lalu menyalakan motor kembali.

Saya langsung merengut. Sepanjang perjalanan pun saya memilih diam. Bukan sekali dua kali, saya mengalami kesemutan dalam perjalanan menuju suatu tempat saat dibonceng naik motor. Kalau kesemutannya masih wajar, saya akan menahan rasa sakitnya sampai tiba di lokasi tujuan. Kalau kesemutan muncul disertai rasa pusing di kepala, saya akan minta Pak Suami atau ojek online untuk menepi berhenti sejenak sampai telapak kaki saya bisa digerakkan. Nah, yang paling enggak enak itu kalau lagi dibonceng Pak Suami. Karena, Pak Suami bukan tipe orang yang sabaran, jadi tiap saya kesemutan di tengah jalan pasti diomelin. Gara-gara itu, saya lebih sering menggunakan jasa ojek online untuk bepergian.

Duh, kesemutan ternyata bisa bikin hubungan dengan pasangan jadi renggang !

Saat malam hari tiba, Pak Suami pulang lebih awal. Tidak lembur seperti biasanya. Ia menghampiri saya yang sedang menulis naskah buku. “Bunn, maafin aku suka enggak sabaran sama kamu kayak tadi siang.” Saya terdiam. Tidak menoleh. Mata saya masih menatap lurus pada layar laptop.

“Aku udah nanya ke temanku yang Dokter soal kesemutan, katanya kamu harus cek ke Dokter Syaraf. Kita ini kan ada keturunan diabetes. Salah satu ciri orang yang diabetes itu sering kesemutan. Gula darahmu berapa, Bunn ?” tanya Pak Suami.

Penuturan Pak Suami cukup membuat saya ketar-ketir. Saya segera membuka folder foto di smartphone. Foto hasil cek gula darah pada acara kampanye GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) bulan Januari 2017 di Ged. Kemenkes masih tersimpan rapi.  “Normal kok, Hunn” jawab saya, pendek.

img_20170113_083009

Hasil cek gula darah dan kolesterol

“Trus kalau bukan karena diabetes, kenapa kamu sering kesemutan ?” tanya Pak Suami, wajahnya nampak cemas. Saya mengendikkan bahu. “Besok cek ke dokter yuk” kata Pak Suami.

neuropati

Dari informasi Pak Dokter yang saya dapatkan, gejala kesemutan dan kebas yang sering saya alami tiap kali naik motor merupakan salah satu gejala Neuropati.  Dibandingkan istilah-istilah penyakit lainnya, neuropati memang masih terbilang asing di telinga saya. Padahal, neuropati ada banyak jenisnya, antara lain :

  1. Neuropati perifer adalah neuropati yang terjadi dimana gangguan saraf mempengaruhi saraf tulang belakang dan juga saraf diluar otak. Kedua saraf tersebut adalah saraf peripheral atau susunan saraf tepi yang umumnya didominasi oleh tulang anggota gerak.
  2. Neuropati otonom, yang muncul akibat adanya gangguan atau kerusakan pada sistem saraf involunter. Sistem saraf ini adalah pengontrol detak jantung, sistem pencernaan, respon seksual, keringat, sirkulasi darah dan juga fungsi kandung kemih. Ini berarti neuropati otonom berhubungan dengan kinerja otomatis organ dalam tubuh dalam menjalankan fungsinya.
  3. Neuropati kranial, yaitu kondisi karena adanya gangguan atau kerusakan pada saraf cranial atau saraf tulang belakang bagian atas.

Dengan gejala-gejala yang sering saya alami, saya didiagnosa terkena Neuropati Perifer. Belum terlalu parah, tetapi jika diabaikan dapat menyebabkan kelumpuhan. Selama ini, memang sih tiap kali kesemutan, saya hanya mendiamkan kaki saya atau memutar-mutar pergelangan kaki sampai rasa sakitnya hilang.

“Dulu yang terkena neuropati itu orang-orang usia lanjut, sekarang banyak anak muda usia produktif juga terkena neuropati.” jelas Pak Dokter.

“Kok bisa Dok ? Sebelum saya menikah dan punya anak, saya jarang bahkan enggak pernah kesemutan atau mengalami gejala-gejala neuropati,”

“Sekarang ini anak-anak muda usia produktif kebanyakan menganut gaya hidup sedentary. Kurang banyak bergerak. Tetapi sibuknya luar biasa, enggak sempat olahraga, yang dimakan makanan junk food. Klop deh. Oh, faktor usia juga pengaruh tuh, karena 1 dari 2 orang usia di atas 30 tahun mengalami gejala awal neuropati

Saya manggut-manggut. Benar juga kata Pak Dokter.

“Satu hal lagi, kurang vitamin neurotropik. Itu vitamin penting buat tubuh, tugasnya menjaga sistem syaraf pada tubuh, memperlancar metabolisme sel dan mengatasi kelelahan. Vitamin neurotropik ada di makanan seperti kacang-kacangan, gandum, susu, kuning telur, hati, daging dan keju.” jelas Pak Dokter, sekali lagi. Saya mencatat di kepala.

Dari obrolan dengan Pak Dokter, saya pun mendapat 3 cara mudah #LawanNeuropati.

Di akhir konsultasi, Pak Dokter sempat meresepkan saya Neurobion, kombinasi vitamin neurotropik yang aman dikonsumsi setiap hari. Karena, gejala neuropati saya masih tergolong ringan, Pak Dokter meresepkan Neurobion putih. Kandungan yang terdapat pada Neurobion putih yaitu vitamin B6 & B12-nya sebesar 200 mcg. Sementara, Neurobion Forte (pink) memiliki kandungan vitamin B6 100mg dan vitamin B12-nya sebesar 5000 mcg (5 mg).

Alhamdulillah, setelah rutin mengkonsumsi Neurobion, kesemutan dan kebas saat naik motor sudah jauh berkurang. Saya sudah jarang pesan ojek online, kecuali sedang urgent. Hubungan saya dengan Pak Suami pun membaik. Oh ya, saat liburan tiba, kami suka mempraktekkan senam Neuromove di rumah. Seperti di video berikut.

Nah, jika Anda juga mengalami gejala-gejala awal neuropati, segera datang ke klinik terdekat atau kunjungi Neurobion di :

Facebook : InspirasiNeurobion
Twitter : @neurobion_indo
Instagram : @neurobion_indo

Jika Anda tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan, bisa juga mampir ke Website Sarafsehat.com. Disediakan kolom berupa form online untuk bertanya pada ahlinya. Saya sudah mencoba dan responnya cepat kurang dari 24 jam. Yuk, cegah dan #LawanNeuropati untuk hidup yang berkualitas.

asktheexpert

Tulisan yang sebagian berisi pengalaman pribadi saya ini diikutsertakan dalam Lomba #LawanNeuropati Bersama Neurobion.

Selamat Datang Airbus A320N, Keluarga Baru Citilink Indonesia

airbusA320N

Tari-tarian daerah diiringi musik menjadi pembukaan dalam menyambut kedatangan Airbus A320N, yang menjadi keluarga baru Citilink Indonesia. Seluruh mata menoleh ke arah luar hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF). Saya langsung berdiri dari kursi, mengambil momen yang hanya dirasakan segelintir orang. Burung besi dengan cat didominasi hijau muda itu bergerak pelan memasuki hanggar.

“Mari kita sambut Airbus A320 Neo” kata MC, penuh semangat.

Jumat (24/02/2017) saya bersama teman-teman blogger menghampiri si burung besi yang kini sudah di dalam hanggar. Airbus A320NEO merupakan pesawat pertama dari total 6 pesawat yang akan didatangkan oleh Citilink Indonesia pada tahun 2017. Selain tamu undangan yang berasal dari blogger dan media, turut hadir pula para petinggi Citilink Indonesia. Yaitu, Bapak Mega Satria (Direktur Citilink Indonesia), Bapak Daryatmo (Komisaris Citilink Indonesia).

Seperti yang kita ketahui, Citilink Indonesia adalah anak perusahaan Garuda Indonesia dan merupakan Maskapai berbiaya murah (LCC). Airbus A320NEO didatangkan langsung dari pabrik Airbus di Toulouse, Perancis. Citilink merupakan maskapai pertama di Indonesia yang mengoperasikan pesawat Airbus seri A320NEO. Ada 234 frekuensi penerbangan harian, menuju 27 kota tujuan di Indonesia membuat Citilink menjadi penerbangan paling dicari masyarakat Indonesia.

Menurut bapak Mega, Airbus A320NEO dipilih karena dianggap tepat untuk menjawab tantangan ekspansi Citilink untuk ke kawasan regional, dan karena hemat bahan bakar juga sehingga Airbus A320NEO ini cocok menerbangi langit di Timur Indonesia yang jaraknya cukup jauh dari kota hub penerbangan utama Citilink di Jawa dan Sumatera.

Kami berharap, dengan memberi layanan terbaik akan menambah loyalitas penumpang Citilink Indonesia“ tambah Bapak Mega Satria.

Sepanjang tahun 2017, Citilink akan mengoperasikan 50 Airbus A320. Terdiri dari 45 Airbus jenis A320CEO, semantara untuk 5 Airbus dengan jenis 320NEO. Sesuai jadwal, Citilink akan mendatangkan total 10 pesawat Airbus A320NEO hingga tahun 2018.

Bersamaan dengan acara penyambutan Airbus A320NEO, diberikan pula penghargaan bagi penumpang yang sering menggunakan Citilink.

“Selain pesawat baru untuk kenyamanan penumpang, kesiapan pilot dan crew penerbangan lainnya menjadi salah satu komponen sangat penting. Selain itu, bagaimana Citilink tepat waktu terbang atau OTP (on time Performance), karakter penumpang sekarang, lebih baik mahal sedikit asal tidak terlambat ” demikian jelas Bapak Daryatmo selaku Komisaris PT Citilink Indonesia.

Ah, saya tak sabar ingin merasakan terbang bersama Airbus A320NEO.