Mengapa Perempuan Wajib Berkomunitas ?

ultahwb

Kalimat Mama yang paling sering masuk ke telinga saya setelah saya menikah adalah “Sudah menikah bukan berarti hanya uplek di dapur dan kasur, kamu harus ikut komunitas. Bebas mau ikut komunitas apa, yang jelas harus tetap bersosialisasi dan mengembangkan diri.”

Entahlah, sebagai anak tertua dan lahir dari sepasang orang tua yang dua-duanya organisator, saya justru tampil nyeleneh. Sedikitpun saya enggak tertarik berorganisasi apalagi mengikuti berbagai komunitas. Apa sih minat saya ? Saya suka menerjemahkan ide-ide kreatif yang ada di kepala menjadi sebuah tulisan, fiksi maupun non-fiksi. Kemampuan menulis yang saya punya adalah kemampuan otodidak.

Ketika Menikah dan Hidup Saya Pun Drastis Berubah

Ketika usia saya menginjak 27 tahun, saya memutuskan untuk menikah dengan laki-laki yang pernah menjadi teman sekelas selama 3 tahun waktu sekolah. Saya memutuskan menikah dengannya atas dasar cinta dan rasa percaya. Bahwa, meskipun latar belakang keluarga kami sangat berbeda, saya percaya perbedaan itu dapat disatukan. Saya percaya laki-laki pilihan saya dapat menjadi pemimpin yang baik bagi rumah tangga kami kelak.

Rupanya, perbedaan antara kami berdua bukan hanya perbedaan latar belakang keluarga, tetapi cara pandang tentang makna pernikahan. Konsep yang dianut Pak Gondrong adalah dalam pernikahan itu status suami adalah segalanya di atas istri dan istri wajib manut nunut pada suami, karena istri adalah milik suami. Berbeda pendapat sama artinya dengan tidak nurut. Istri yang tidak nurut adalah istri yang durhaka.

Hari-hari di awal pernikahan saya adalah hari-hari yang rasanya bukan impian setiap pengantin baru. Setiap hari saya menunggu Pak Gondrong pulang bekerja dengan rasa takut. Setelah menikah, emosi Pak Gondrong tidak terkontrol. Dengan mudah, ia akan melempar barang di depan matanya ketika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannya atau ketika saya punya pendapat yang berbeda. Saya berpikir positif bahwa itu cara Pak Gondrong beradaptasi dengan status barunya sebagai suami.

Tiga bulan, setiap malam sebelum Pak Gondrong pulang saya selalu menyembunyikan benda-benda tajam ataupun benda-benda pecah belah. Setidaknya, kalau emosinya sedang kumat, benda yang dilemparnya ‘hanya’ benda-benda semacam kipas angin atau yang enggak mungkin meninggalkan bekas di tubuh saya.

Bodohnya, saya tidak terlatih untuk menjadi perempuan pemberontak ketika diperlakukan demikian oleh Pak Gondrong. Karena, rumah tangga orang tua saya adalah rumah tangga yang baik-baik saja. Saya tidak pernah melihat orang tua saya saling bertengkar di depan saya dan adik-adik. Bahkan, ketika suatu kali Papa memarahi Mama di depan saya, sikap Mama hanya diam. Tidak membalas berteriak apalagi misuh-misuh. Ketika Papa berangkat kerja, Papa tetap mencium kening Mama.

Tiga bulan, saya tidak tahan menjalani rumah tangga seperti itu. Saya dengan hati-hati menceritakan kebiasaan baru Pak Gondrong pada Ibunya dan meminta solusi. Bagaimanapun setiap Ibu pasti tahu karakter anaknya. Tetapi, Ibu Mertua justru balik menyalahkan saya.

“Ah, kalau suami emosian begitu pasti sumbernya dari Istri. Kamunya aja enggak bisa ladenin suami,” atau  “Makanya kalau masak itu yang enak kayak masakan Ibu. Dasar enggak bisa merawat suami aja kamu,”

Sekali, dua kali, dan tiga kali curhat pada Ibu Mertua dan selalu disudutkan akhirnya saya berhenti curhat. Karena, tiap kali curhat, saya tidak mendapat solusi justru tambah tertekan. Saya belajar bertahan. Saya belajar introspeksi. Saya belajar memahami Pak Gondrong. Di sisi lain, saya menjadi pribadi tertutup dan rapuh.

Ketika Berkomunitas Adalah Pilihan Saya Untuk Bangkit Sebagai Perempuan

Saya mulai blogging tahun 2009 tetapi hanya sebatas curcol seputar pekerjaan dan kehidupan. Bahkan, setelah menikah saya berhenti blogging karena saya merasa tidak ada cerita menarik dalam kehidupan rumah tangga yang bisa ditulis di blog saya. Sesekali saya nge-blog ketika buku saya diterbitkan atau ketika tulisan saya dimuat di media atau saya baru saja mendapat orderan notulensi. Saya enggak mau blog saya isinya sampah curhat.

Maret 2016, saya tertarik dengan sebuah acara yang diadakan sebuah Tabloid Nova bertajuk “Menjadi Blogger Berbayar”.  Meskipun Pak Gondrong melarang saya ikut acara itu, saya keukeuh harus ikut. Setelah mengikuti acara itu, saya pun tercerahkan. Enggak hanya tercerahkan, saya pun memenangkan lomba blog yang pertama kali saya ikuti. Hadiah lombanya berupa uang tunai yang saya belikan smartphone untuk mendukung kegiatan blogging saya.

Meskipun sudah tercerahkan dan menang lomba blog, saya belum mengikuti event blogger. Saya baru sekedar join komunitas blogger ini dan itu yang rupanya begitu banyak di facebook, salah satunya Warung Blogger. Jika komunitas blogger lainnya anggotanya lebih banyak perempuan, maka Warung Blogger adalah komunitas yang terdiri dari sedulur-sedulur perempuan atau laki-laki yang hobi nge-blog.

Gambar dari Warung Blogger

Setelah bergabung dengan komunitas blogger dan bebenah blog, pelan-pelan saya mulai mengikuti event blogger. Saya bertemu dengan para blogger dengan berbagai latar belakang. Kegiatan blogging yang saya jalani pun pelan-pelan dapat menambah saldo atm.

Best Blogger Moment saya di dunia blogger adalah ketika saya bertemu dengan para perempuan tangguh, terutama mereka yang berstatus sebagai single mother. Saya belajar banyak hal dari tulisan-tulisan di blog mereka. Desember 2016 menjadi titik terendah dalam hidup saya. Domestic abuse yang saya alami rupanya bukan hanya membuat diri saya luar biasa tertekan tetapi membuat saya menjadi sosok Ibu yang keras bagi Mada. Padahal umurnya belum genap 3 tahun. Saya pun membutuhkan obat pereda emosi seperti Lorazepam dan sebagainya. Obat penenang yang harganya tidak murah dan saya beli sendiri dari honor job placement. Belum habis satu strip Lorazepam saya konsumsi, muncul pertanyaan dari diri saya sendiri : “Mau sampai kapan saya mengkonsumsi Lorazepam demi bertahan dalam pernikahan ini ? Saya harus menjadi Ibu yang sehat dan bahagia untuk anak saya satu-satunya”

Ya udah pisah aja gih daripada menikah tapi menderita gitu, kata nurani saya.

Saya menarik napas panjang, “Ketika entah kapan … memang sudah waktunya harus berpisah, saya ingin berpisah dengan baik-baik saja dan saya pun pulang bukan untuk menjadi beban pikiran orang tua. Saya harus pulang membawa kabar gembira. Bukan pulang dengan wajah bermuram durja. Saya akan bertahan tanpa Lorazepam.” batin saya.

Apapun kondisinya, seperti ucapan orang tua saya di awal pembuka tulisan ini, setiap perempuan terutama yang sudah menikah itu wajib berkomunitas sesuai minatnya. Buat apa ? Untuk mengembangkan diri, syukur-syukur bisa menjadi perempuan yang mandiri berdikari.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke-6 tahun Warung Blogger.

Unboxing Experience Bersama In The Box, Springbed Lipat Pilihan Keluarga Masa Kini

inthebox

Hari Minggu (21/5) kemarin saya berkesempatan hadir di acara Unboxing Experience bersama In The Box, yang berlokasi di Hypermart Cibubur Junction. Ketika tiba di lokasi, rupanya sudah ada band pembuka yang sedang menghibur para pengunjung dan undangan blogger di mini booth In The Box.

Sedari awal saya dapat informasi soal In The Box, jujur, penasaran banget. Sulit ya membayangkan sebuah kasur springbed bisa dilipat dan dibawa secara mobile. Wong springbed di kamar saya aja beratnya minta ampun. Seminggu sekali, springbed di kamar saya digeser untuk dibersihkan debu-debu yang menempel di lantai maupun pada bagian bawah springbed.

IMG_20170521_144859

Lama, saya memandangi trolley biru yang isinya satu kotak besar dan dua kotak kecil, rasa penasaran saya semakin bertambah pastinya ya. Untunglah, acara segera dimulai. Mbak MC Deta bersama Mbak Dila -customer In The Box- menjelaskan secara rinci tentang In The Box, yang merupakan springbed lipat pertama di Indonesia.

Mengapa Keluarga Masa Kini Harus Memilih In The Box ?

  1. Dengan berat sebelum dibuka antara 30 kilo sampai 40 kilo, tentunya In The Box mudah dibawa bepergian oleh keluarga masa kini yang doyan travelling. Cocok pula bagi pengantin baru yang baru pindah rumah.
  2. In The Box menggunakan Per Pocket Spring, yaitu setiap per yang digunakan pada springbed dibungkus di dalam calico fabric pocket.  Asyiknya pakai Per Pocket Spring, setiap pegas springbed bekerja secara independen, jadi setiap getaran enggak bakal berasa di seluruh kasur.
  3. Biarpun In The Box bisa dilipat tetapi busa kasurnya cukup padat karena menggunakan super soft foam. Tidur jadi nyaman dan nyenyak. Cocok buat orang-orang yang memiliki masalah pada punggungnya.
  4. Bahan pelapis kasur terbuat dari knitting quilting supersoft, sehingga enggak bakalan berasa panas di malam hari.
  5. In The Box merupakan springbed premium aseli produksi dalam negeri. Pabriknya ada di Bandung. Untuk QC dari luar negeri, karena itu jahitan benang dan finishing rapi.
  6. Springbed In The Box terdiri dari 2 ukuran, yaitu 120 x 200 dan 160 x 200 dengan harga start from Rp 1.199.000. Tersedia hanya di Hypermart seluruh Indonesia. Bagi yang kepingin beli online, bisa mengunjungi website inthebox.id atau via e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak.
  7. Garansi selama 10 tahun !

Dalam setiap acara, supaya terasa lebih hidup biasanya diselipkan kuis, games atau challenge yang diikuti pengunjung. MC Deta sempat menawarkan siapa saja pengunjung yang berani tampil di depan. Dan, lima blogger segera berebut maju ke depan. Ada Mak Aie, Mak Melinda, Mak Tya, Mak Uwien dan Mak Sally Fauzi. Rupanya mereka diminta berpura-pura menjadi Brand Ambassador edisi Ramadhan 2017. Satu-persatu blogger memperagakan gayanya masing-masing untuk mempromosikan In The Box.

IMG_20170521_160523

Q & A tentang Springbed In The Box :

Bagaimana cara merawat In The Box ?

Cukup dibersihkan dengan lap dan diangin-anginkan kalau terkena air.

Dalam masa garansi 10 tahun, apakah In The Box menyediakan kain pelapis pengganti ?

Dari pihak In The Box akan mengganti kalau ada manufacture deffect dengan yang baru, selain itu hanya bisa ganti pegas saja.

Bagaimana mengukur kekuatan pegas pada In The Box ?

Pegas springbed In The Box sangat kuat untuk menopang beban banyak

Nah, yang kepingin tahu proses Unboxing In The Box silakan mampir di video saya berikut ini (Maap kalau kurang paripurna) :

Yang ingin tahu update informasi seputar In The Box Indonesia, bisa mampir di sosial medianya :

Instagram @inthebox

Twitter @inthebox

ttd-marso

Perempuan #MemesonaItu Katakan Tidak Pada KDRT, Selingkuh dan Berita Hoax

avitalis

Saya tertegun menyaksikan tayangan infotainment di televisi menjelang sore hari. Kegiatan menonton televisi jarang banget saya lakukan saat langit masih terang, karena saya jarang ada di rumah sepanjang hari. Status saya di KTP memang Ibu Rumah Tangga, tetapi kegiatan saya di luar urusan domestik cukup padat. Sebagai seorang blogger profesional, saya harus rajin mengupdate ‘rumah maya’ saya. Sebagai seorang Transkriptor, saya harus siap sedia ketika klien saya membutuhkan diri saya untuk membantu tugas-tugas notulensi.

Balik ke tayangan infotainment di atas. Sebut saja namanya Mbak ES, seorang komedian sukses yang baru saja berpisah dengan suaminya. Iya, pisah. Dalam sebuah tanya jawab berbeda lokasi, host tayangan infotainment sempat bertanya bagaimana perilaku mantan suami si komedian. Sembari matanya menerawang, ia menjawab : “Suami saya itu orangnya gampang ngambek, pernah waktu itu saya belikan makanan, dan gara-gara suatu hal dia lempar itu makanan.”

Lalu, si host mengkonfirmasi pada suaminya di tempat terpisah. Si suami mengakui memang memiliki sifat mudah marah, sensitif dan maunya diperhatikan pasangan. Dan, yang lebih bikin dada saya enyessss ketika dia dengan enteng bilang “Saya memang melempar makanan yang dikasih sama ES. Harusnya dia tahu hal-hal yang bisa bikin saya marah dan tersinggung. Harusnya dia enggak ngomong begitu.”

Terlepas dari gosip rekayasa atau memang benar, tetapi kenyataanya memang kekerasan terhadap perempuan masih saja sering terjadi di Indonesia. Konsep pola asuh patriarki -dimana seorang laki-laki adalah penguasa- turut menyumbang pada tingginya tingkat kekerasan di Indonesia.

Dua tahun terakhir ini rasanya mudah sekali menemukan berita-berita seputar KDRT, perselingkuhan atau berita hoax yang terlihat nyata tapi ternyata ya bohong belaka. Perempuan yang #MemesonaItu Katakan Tidak Pada :

Kekerasan Dalam Rumah Tangga

atau biasa disingkat KDRT adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan sesuai yang termaktub dalam pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (wikipedia).

KDRT telah menjadi momok menakutkan bagi setiap perempuan terutama perempuan dewasa yang belum menikah atau sudah menikah. KDRT enggak melulu menyangkut perbuatan yang melukai fisik, tetapi setiap bentakan atau ancaman yang keluar dari mulut pasangan pun berkategori abuse.

new-piktochart_22591605_0824594a156c49d58e1e88958f425aec4997243f

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini, wanita memiliki kekuatan untuk melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan pasangannya. Jadi, jangan takut laporkan !

Selingkuh

Image result for selingkuh

Photo credit : Madjongke

Beberapa waktu lalu, viral berita tentang curhat seorang istri yang sedang hamil dan  memposting tentang suaminya yang selingkuh dengan teman kantornya. Hubungan selingkuh itu dilakukan terang-terangan dengan memposting foto kebersamaan duo pasangan selingkuh di sosial media. Netizen langsung mengecap perempuan yang tega merebut suami orang itu dengan sebutan pelakor (perebut laki orang). Apes ya.

Jauh-jauh deh dari selingkuh.

Berita Hoax

Image result for berita hoax

Acung ayo siapa yang rajin nge-share berita dari timeline tanpa disaring dulu ? Era serba digital, informasi begitu mudah didapat. Banyak beredar video-video dengan keterangan bahwa informasi yang terdapat pada video adalah benar. Padahal wajib hukumnya untuk dicek dan ricek.

Perempuan #MemesonaItu enggak selalu sempurna, tetapi dia tahu kapan waktunya berkata TIDAK dan kapan waktunya katakan IYA. Dan, pastinya perempuan #MemesonaItu tahu mana wewangian yang cocok untuk karakter dirinya.

Untuk Vitalis Body Scent, saya pilih Belle yang botolnya berwarna hijau. Body Scent Belle aromanya lembut dan nempel sepanjang hari. Kalau kamu pilih mana, Mak ?

 

#MemesonaItu

Bagaimana Menjaga Hati Di Era Serba Digital ?

herbadrink

“Jagalah hati jangan kau kotori, Jagalah hati lentera hidup ini, Jagalah hati jangan kau nodai, Jagalah hati cahaya Illahi” lantunan lagu religi itu berkumandang dari sebuah gadget ketika saya sedang mengantri di antara pengunjung coffee shop yang baru saja buka. Saya menoleh pada si empunya ringtone religius itu. Seorang laki-laki brewokan dengan panjang rambut sebahu yang jemari kanannya tak lepas memegang tasbih digital.

Lagu tentang menjaga hati itu sempat populer pada tahun 2000an. Dan, liriknya tetap makjleb sampai sekarang. Apalagi di era serba digital ini katanya justru bikin orang gampang baper. Ada orang posting foto makanan di sosial media, langsung baper dan ngedumel di status. Ada pasangan keluarga muda yang hobi selfie tiap kali jalan-jalan, kadar baper Anda pun langsung meningkat berlipat ganda. Orang yang pertama Anda jadikan sasaran kebaperan yaitu Pak Suami. Karena, sekarang eranya serba digital, lebih mudah berkirim pesan ke Pak Suami via whatsapp komplit dengan emoticonnya. Enggak kudu kirim surat lewat burung merpati.

“Papih ini gimana sih, tiap hari pergi pagi pulang pagi, kapan dong kita ke travelling ? Orang-orang udah pada ke Perancis, kita masih aja liburan ke Ciamis lagi, ke Ciamis lagi”

Belum selesai Pak Suami membalas karena dia sedang rapat, Anda pun langsung menghujani dengan ke-baper-an versi lainnya.

“Please ya Pih, next time kita pepotoan muka papih tuh jangan kaku. Sekali-kali aku dirangkul kek atau digandeng kek kayak orang-orang. Papih gak romantis, payah !”

Kalau Pak Suami tipe penyabar, palingan hanya kasih respon berupa pesan singkat “Sabar ya Mih, doakan aku rezekinya lebih baik” atau mungkin hanya kasih emoticon jempol. Sesekali sih enggak apa, lain cerita kalau dalam seminggu Anda sering ngomel gara-gara hati Anda sering bergemuruh setelah online.

Menjaga hati itu penting pake banget, jangan sampai gara-gara sering baper di sosial media, hubungan Anda dan pasangan menjadi renggang. Atau, parahnya teman-teman menjauhi Anda gara-gara kadar baper Anda terlalu tinggi. Supaya hubungan dengan pasangan tetap awet dan Anda tetap dikelilingi teman-teman yang baik, ini lho 3 kiat mudah menjaga hati di era serba digital :

1. Gali potensi diri

https://i2.wp.com/www.fabulistas.com/wp-content/gallery/gender-reveal-party/women-crafting-evening-pinatas-bloggers.jpg

Photo Credit : Fabulistas

Cara mudah untuk mengurangi sirik yaitu berusaha mengetahui potensi diri. Apa hubungannya ? Ada dong. Seringkali orang yang sirik dan baper, karena dia enggak tahu potensi dirinya. Padahal, kenal sama potensi diri memiliki banyak manfaat.

Misalnya, ketika kita punya minat menulis, bisa menyalurkan kegiatan menulis dengan mengikuti komunitas. Syukur-syukur dari kegiatan menulis itu teman Anda bertambah, wawasan terbuka dan bisa mendulang prestasi dan uang. Kalau sudah begitu, boro-boro sempet baper ya, karena otak sudah fokus tugasnya : gali potensi diri.

2. Bersyukur

https://i1.wp.com/www.virtuesforlife.com/wp-content/uploads/2009/11/Grateful-Woman.jpg

Photo Credit : Ciertueslife

Kunci hati yang bahagia adalah banyak bersyukur. Menurut Quraish Shihab, ada 3 cara bersyukur yaitu bersyukur dengan hati, lidah dan perbuatan. Semakin sering kita bersyukur, Tuhan akan menambah nikmat kita.

Orang tua saya sering bilang, ketika hati sedang sedih, galau dan tak menentu coba deh samperin kotak amal yang ada di depan mata Anda. Ucapkan bismillah dan sisihkan beberapa lembaran uang yang ada di dalam dompet. Insya allah, ada perasaan lega. Dan, rasa syukur pun muncul.

Enggak nemu kotak amal ? Ah, bisa nyoba sedekah online via transfer, sis.

3. Membiasakan diri minum minuman herbal

Setelah menjaga hati dengan cara menggali potensi diri dan banyak bersyukur, selanjutnya menjaga hati dengan membiasakan diri minum minuman herbal. Hari gini ya mudah banget menemukan berbagai minuman soda atau minuman-minuman yang terlihat enak tetapi akan berdampak pada kesehatan hati kita.

Mamah saya paling rajin mengingatkan 6 anaknya termasuk saya untuk senantiasa banyak minum air putih minimal 8 gelas sehari dan mengasup minuman sehat. Tiap kali mampir ke rumah Mamah, beliau selalu membuatkan saya minuman sehat entah berupa jus buah atau teh yang dicampur bahan-bahan alami seperti sereh, jahe atau seledri. Kebiasaan Mama ini tentu menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu tiap kali kami berkumpul sekeluarga.

Suatu hari ketika saya sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah event, handphone saya berbunyi. “Kak, nanti titip beliin temulawak ya, Mama mau bikin ramuan temulawak” kata Mama. Di seberang handphone terdengar suara Mada memanggil-manggil nama saya.

“Temulawak ? Untuk apa ya Mah ?” tanya saya, balik.

“Semalam Onti pulang dari kantor katanya enggak enak badan. Mama kerokkin badannya merah-merah. Masuk angin. Dia kan seminggu ini begadang terus, pulang pun larut malam,” kata Mama.

Saya manggut-manggut ber-ohhh. “Yowes nanti mampir ke Carrefour sekalian belanja keperluan Mada,”

Di Carrefour, setelah saya memilih-milih barang keperluan Mada seperti baby powder, sabun dan pasta gigi, selanjutnya saya menuju ke Groceries. Ketika saya melewati rak minuman, seorang SPG menawarkan satu kotak kuning Herbadrink Sari Temulawak.

“Silakan dicoba Bu, Herbadrink-nya” kata SPG itu menghampiri saya. Ada beberapa gelas kecil minuman dengan warna yang berbeda. “Ini Herbadrink ada berbagai rasa, ada Sari Jahe, Kunyit, Kunyit Asam Sirih, Chrysanthemum, Beras Kencur, dan Sari Temulawak.”

Saya tertarik mengambil gelas berwarna kuning yang berisi Sari Temulawak dan langsung meneguk tandas. Segar. Wah, Sarah dijamin bakalan doyan kalau rasa minuman herbalnya enak gini, batin saya.

“Untuk yang Sari Temulawak ada 2 pilihan rasa, yang satu dengan gula dan satu lagi Sugar Free. Yang Ibu tadi cobain itu yang dengan gula,” jelas Mbak SPG.

“Saya pilih Sari Temulawak, yang pakai gula dan bebas gula,”

Mbak SPG menunjukkan rak minuman yang ada Herbadrink. Saya cukup terkejut melihat harganya yang cukup murah untuk sebuah minuman herbal. Satu kotak Herbadrink Sari Temulawak dibandrol dengan harga Rp 9750. Untuk varian rasa yang lain paling mahal ya tetap murah, di bawah Rp 12,000. Dalam satu kotak Herbadrink, ada 5 sachet yang disertai dengan informasi di setiap sachet-nya.

IMG_20170519_170159

Tiba di rumah, Mama sempat kaget mendapati titipannya bukan dalam bentuk temulawak yang buat digerus-gerus, tetapi minuman herbal serbuk.

“Ini lebih praktis daripada Mama kudu gerus-gerus dulu temulawak. Tinggal seduh air panas atau air dingin. Tangan Mama juga enggak kuning pekat. Manfaatnya sama seperti temulawak yang biasa Mama gerus itu,”

Saya membuatkan Sari Temulawak dingin untuk Mama dan Sari Temulawak hangat untuk Sarah dan saya sendiri. Saya yang rajin begadang mengerjakan orderan pun wajib menjaga kesehatan hati nih.

Jadi, sekarang udah tau dong ya cara menjaga kesehatan hati di era serba digital ?

 

Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak

Cheria Travel Wujudkan Impian Jelajah Pulau Eksotis Bersama Pasangan Halal

cheria

Tiga bulan sebelum menikah, Juli 2012. “Bunn, kalau kita udah jadi pasangan halal, aku mau ajak kamu ke kilometer 0 di Sabang,” ujar Pak Gondrong dengan mimik muka serius. Mata saya berbinar. Saya menggangguk mendengar ucapan calon suami saya. Selama kami pacaran memang enggak pernah pergi-pergi jauh layaknya pasangan lain, palingan ya muter-muter Jakarta thok. Orang tua saya memang sangat strict urusan pacaran. Jadi, biarpun calon suami saya ini Ketua komunitas motor ya selama 3 tahun kami pacaran lebih banyak di rumah.

Hati saya berdesir-desir membayangkan calon suami akan mengajak jalan-jalan yang tujuannya enggak tanggung-tanggung, Kilometer 0 di Sabang Aceh. Antara senang dan entah bisa apa enggak. Wong, kondangan naik motor ke Bekasi aja saya mabok di jalan. Keliyengan gara-gara kepanasan lah. Atau, yang pegel duduk di atas jok motor tua jepang. Gimana kalau touring motor ke Aceh ?

“Hunn, kita ke kilometer 0 touring sama anak-anak motor ?” tanya saya, kemudian.

Calon suami saya tertawa geli. “Ya enggaklah, mana mungkin aku ngebiarin istriku merana naik motor sepanjang jalan demi touring sampai ke kilometer 0. Kita naik pesawat, oke ? Doain aku rezekinya banyak,” ujarnya. Saya meng-amin-kan impiannya.

1924031_1103229749406_212723_n

5115_1076779248160_7889760_n5115_1076779208159_3459220_n

Waktu pun berlalu. Setelah kami menikah, impian itu terpendam karena bengkel motor Pak Gondrong selalu ramai pengunjung. Hari liburnya hanya hari Jumat. Itupun kadang dipergunakan untuk istirahat di rumah demi mengumpulkan tenaga untuk bekerja saat weekend. Ketika uang sudah terkumpul untuk mewujudkan impian kami, ah saya rupanya positif hamil muda dan mengalami flek. Selama 3 bulan kehamilan pertama saya harus bedrest.  Hal yang sama terulang ketika saya hamil anak kedua, yaitu satu bulan pasca kehilangan anak pertama.

Alhamdulillah, Mada anak saya yang kedua Juni besok genap 3 tahun. Saya ingin mewujudkan liburan lebaran pergi ke Kilometer 0 dan jelajah destinasi Pulau Weh bersama Pak Gondrong dan Mada.

Mengapa Harus Ke Pulau Weh ?

pulauweh

Foto milik sudutpandangprod.blogspot.com

  1. Buat seorang bikers atau anak motor, pergi ke tempat-tempat bersejarah dan unik di Indonesia wajib hukumnya untuk menumbuhkan cinta tanah air. Setelah Pak Gondrong berkeluarga, rasanya enggak afdol kalau saya dan Mada hanya mengenal Pulau Jawa.
  2. Pulau Weh merupakan titik paling barat di Indonesia. Bagi wisatawan yang datang ke Monumen Kilometer 0 yang terletak di Sabang Pulau Weh, akan mendapatkan sertifikat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang. Tentu hal ini akan menjadi pengalaman menarik.
  3. Sebelum Perang Dunia II, Pelabuhan Sabang merupakan pelabuhan sangat penting bagi saudagar dan bangsa Belanda. Bahkan, mengalahkan Pelabuhan Singapura.
  4. Terdapat banyak tempat bersejarah pada zaman dahulu dan menjadi cikal bakalnya Asrama Haji pada masa kolonial, yaitu di Pulau Rubiah yang terletak Desa Iboih. Saya sempat menonton tayangan Pulau Rubiah di televisi. Di lokasi, nampak sisa bangunan asrama haji pada zaman Belanda. Jamaah haji Indonesia yang mau berangkat dan pulang wajib dikarantina di Pulau Rubiah.
  5. Di Pulau Weh, banyak pantai eksotis dengan airnya yang biru jernih lengkap dengan biota laut. Ada Pantai Iboih yang memiliki gunung berapi di bawah permukaan laut, lalu Pantai Anoi Item yang memiliki pasir berwarna hitam, ada juga Pantai Sumur Tiga yang memiliki tiga sumur air tawar. Kemudian, ada Pantai Gapang yang disebut-sebut sebagai tempat wisata paling sempurna di Pulau Weh. Selain pantai, Pulau Weh juga memiliki  Danau Aneuk Laot yang menjadi sumber PLTA di Pulau Weh dan Air Terjun Pria Laot dimana kita bisa berenang sambil merasakan “fish spa”.
  6. Ingin merasakan sensasi kulineran Aceh langsung di tempat asalnya. Selama ini kan, tiap kali saya makan Mie Aceh atau nyemilin Kue Timpan kudu ke Warung Mie Aceh Pidie 2000 yang ada di Margonda Depok. Atau, kepingin Rujak Aceh yang enak ada di Ground Terminal Blok M Jakarta Selatan. Di Pulau Weh pasti lebih mudah menemukan 3 makanan tersebut dengan cita rasa yang lebih otentik. Bonusnya, ketemu kuliner yang hanya ada di Pulau Weh seperti Sate Gurita atau Ungkot Keumamah (semacam suwiran ikan tuna pedas).
Nah, untuk bisa mewujudkan impian kami, tentu tidak bisa sembarang memilih biro travel. Apalagi tujuan destinasi liburan lebaran kami adalah Serambi Mekah. Tentu harus pilih biro travel yang mengedepankan unsur halal dari segi apapun. Dari teman-teman yang rajin travelling, saya baru tahu ada istilah wisata halal dan saya direkomendasikan menggunakan Cheria Halal Holiday dari Cheria Travel.
Cheria Halal Holiday tidak hanya menyediakan perjalanan wisata halal di Pulau Weh dan tempat-tempat eksotis di Indonesia. Untuk persiapan liburan akhir tahun, bisa dong ya melirik paket tour wisata lainnya ke Negara-negara di berbagai belahan dunia. Contohnya,  Paket Tour Wisata Halal Bangkok atau Paket Tour Wisata Halal Beijing. Di dua negara yang saya sebutkan barusan, agak sulit ya menemukan makanan halal kecuali bersedia repot hunting sendiri. Dengan Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia, wisata halal kemanapun destinasi Anda dapat terwujud sempurna.

Saya sempat penasaran dengan konsep wisata halal yang diusung Cheria Halal Holiday dari Cheria Travel.  Apakah wisata halal adalah wisata yang benar-benar syar’i atau konsep halal itu hanya ada di makanan dan minuman yang disediakan ? Di website Cheria Travel, disebutkan Cheria Halal Holiday Dukung Fatwa MUI Terkait Wisata Syariah. Saya tuliskan beberapa poin penting dari Fatwa MUI NOMOR 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah berikut ini :

jjj

1. (Poin pertama) Destinasi Wisata Syariah adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas ibadah dan umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan yang sesuai dengan  prinsip syariah.

jj

2. (Poin lima) Hotel syariah tidak boleh menyediakan fasilitas hiburan yang mengarah pada kemusyrikan, maksiat, pornografi dan/atau tindak asusila;

jjj
3.(Poin enam) Ketentuan terkait wisatawan menjaga kewajiban ibadah selama berwisata

jjj

4. (Poin tujuh) Destinasi wisata wajib memiliki :

  • Fasilitas ibadah yang layak pakai, mudah dijangkau dan memenuhi persyaratan syariah;
  • Makanan dan minuman halal yang terjamin kehalalannya dengan Sertifikat Halal MUI
  • Menyediakan fasilitas, peralatan dan sarana yang memadai untuk pelaksanaan ibadah, termasuk fasilitas bersuci
5. (Poin delapan) Ketentuan Spa, Sauna dan Massage :
Terapis laki-laki hanya boleh melakukan spa, sauna, dan massage kepada wisatawan laki-laki; dan terapis wanita hanya boleh melakukan spa, sauna, dan massage kepada wisatawan wanita;

jjj

Dengan membaca poin-poin dari Fatwa MUI, perjalanan wisata kemanapun bersama Cheria Halal Holiday dijamin aman dan nyaman. Jadi, enggak perlu waswas ya jadwal sholat wajib bakal libur gara-gara menyusuri Tembok China yang sangat panjang. Begitu juga saat mengikuti wisata 5 hari 4 malam di Pattaya Bangkok. Enggak bakal deh ketika lapar melanda trus nyasar ke kafe atau bar yang banyak terlihat di Pattaya. Untuk membedakan makanan halal atau tidak di Bangkok, cukup lihat tanda di papan restoran atau gerobak. Kalau ada lambang bulan sabit dan bintang dijamin halal. Tour guide Cheria Halal Holiday pastinya sudah tahu betul tempat makan enak dan halal.

Siapa mau coba ?


Lomba Menulis Artikel Cheria Wisata

Mengapa Setiap Anak Wajib Mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap ?

imunisasidasarlengkap

Ketika saya baru menjadi Ibu, topik paling hangat diantara para Ibu-ibu tetangga adalah tentang imunisasi. Pertanyaan-pertanyaan semacam “Udah imunisasi apa aja ?”, “Anakku abis imunisasi kok badannya demam tinggi, anakmu gimana ?”, “Enaknya imunisasi di bidan atau ke Puskesmas ?” atau “Sudah punya sertifikat imunisasi ?” seakan menjadi obrolan wajib hingga Mada berusia genap 2 tahun.

Imunisasi sendiri merupakan langkah untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap beberapa penyakit infeksi yang mematikan dan cacat fisik. Imunisasi dilakukan dengan 2 cara, yaitu disuntik dan diteteskan di mulut. Anak-anak yang sudah mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap tentu akan mengurangi biaya berobat bagi orangtua di rumah sakit.

Alhamdulillah, Mada sudah mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap. Saya bersyukur menjadi pengunjung setia Puskesmas Jagakarsa yang berada di Jl. Batu Jagakarsa Jakarta Selatan, karena dari Ibu-ibu pengunjung poli MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) Puskesmas dan para Bidan itu saya jadi tahu mengapa setiap anak wajib mendapat Imunisasi Dasar Lengkap. Tak hanya untuk kesehatan, di Jakarta, ada syarat khusus untuk masuk Sekolah Dasar Negeri, yaitu wajib punya sertifikat imunisasi.

Berkaitan dengan imunisasi, dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia, saya berkesempatan hadir di Sarasehan Pekan Imunisasi Dunia bertema “Penuhi Hak Anak Untuk Hidup Sehat Melalui Imunisasi” pada Sabtu 29 April 2017. Berlokasi di Balai Kota DKI Jakarta dan dihadiri oleh para peserta yang berasal dari berbagai bidang kesehatan. Narasumber yang hadir diantaranya :

  1. Dirjen Pencegahan & Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Mohamad Subuh
  2. Deputi Bid. Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan – Soedjatmiko
  3. Imam Besar Masjid Istiqlal – Nasaruddin Umar
  4. Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) – Hartono Gunardi
  5. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia – Titik Haryati
  6. Founder Rumah Ramah Rubella – Grace Melia

IMG_20170429_103801

Sarasehan dipandu oleh Ira Koesno yang membuka acara dengan menghadirkan Grace Melia selaku founder Rumah Ramah Rubella. Ia berbagi kisah tentang Aubrey Naiym Kayacinta -Ubii, anak pertamanya- yang mengalami Congenital Rubella Syndrome (CRS). Demam akibat campak jerman (rubella) yang dialami Grace saat hamil muda, rupanya merupakan sinyal di kemudian hari bahwa Ubii terinfeksi virus TORCH. Dampaknya, Ubii mengalami gangguan pada jantung, pendengaran dan motorik.

“Ubii mengalami keterlambatan di segala aspek. Kami harus membeli secara mandiri alat bantu pendengaran seharga 20 jutaan dan ternyata tidak berhasil. Akhirnya Dokter memasang implan alat bantu dengar yang biayanya ratusan juta rupiah. Biaya pengobatan dan fisioterapinya mahal. Permanen juga,” kata Grace di hadapan narasumber dan peserta Sarasehan. Video tumbuh kembang Ubii yang diputar pun sontak mengundang air mata para peserta.

“Adik-adik mahasiswa dan teman-teman undangan di sini, sering tuh ya ada candaan eh autis, cacat dan sebagainya. Buat kami para orangtua anak berkebutuhan khusus, candaan itu sangat tidak lucu. Setelah melihat video Ubii tadi masih tega enggak sih bercanda kayak gitu ? Di Indonesia ini support system untuk kaum penyandang disabilitas masih sangat buruk. Diskriminasi verbal bully masih banyak sekali. Kita bisa berpartisipasi untuk menghentikan itu kok. Stop becanda menggunakan kata autis dan cacat, ” tegas Grace Melia. Ruang Balai Pertemuan di Balai Kota hening seketika.

Di akhir penuturannya, Grace menegaskan bahwa setiap pasangan yang akan menikah wajib melakukan screening TORCH. “Jangan hanya mikirin pre-wedding dan biaya nikah. Sebaiknya ketika akan memutuskan menikah, harus dipersiapkan juga biaya untuk vaksinasi yang tidak murah.”

Dari pengalaman Grace dan teman-teman dari Rumah Ramah Rubella, tentu menyadarkan saya dan para pembaca blog ini bahwa tidak ada alasan lagi untuk menunda imunisasi. Apalagi setiap anak memiliki hak mendapatkan imunisasi, sesuai Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Bapak Mohamad Subuh bahkan menjelaskan bahwa setiap Pemerintah Daerah yang tidak melaksanakan Imunisasi Dasar akan dikenakan sanksi.

IMG_20170429_110006_555

Tujuan penyelenggaraan imunisasi adalah untuk menurunkan kesakitan, kecacatan dan kematian akibat Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), contohnya : Polio, Campak, Hepatitis B, Tetanus, Batuk rejan, Difteri, Rubella, Pneunomia dan Meningitis. Untuk imunisasi bisa dilakukan di pusat layanan kesehatan terdekat.

Imunisasi yang wajib diberikan setelah bayi lahir hingga berusia 2 tahun adalah Imunisasi BCG, Imunisasi DPT, Imunisasi polio, Imunisasi Campak dan Imunisasi Hepatitis B. Berikut ini jadwal imunisasi dari Pemerintah.

jadwalimunisasi

Gambar : Dokter Dayu Agung

Setelah anak menginjak usia Sekolah Dasar akan mendapatkan tambahan imunisasi, yaitu Imunisasi Difteri Tetanus (DT) yang diberikan pada anak sekolah kelas 1. Kemudian, anak akan mendapatkan Imunisasi Tetanus saat kelas 2 SD dan 3 SD.  “Anak-anak sehat merupakan bonus demografi di masa depan. Sehingga akan melahirkan generasi masyarakat produktif.”

Dari segi agama, Bapak Prof. Nasaruddin Umar memaparkan bahwa pada tahun 1972 pernah terjadi kasus kematian bayi tertinggi di Nusa Tenggara Barat akibat pemahaman agama yang keliru tentang imunisasi. “Berbicara soal halal haram berkaitan dengan agama memang urusan sensitif, tetapi dari Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran islam sangat mendorong umatnya untuk senantiasa menjaga kesehatan, salah satunya dengan cara imunisasi”

Bapak Nasaruddin bahkan menukil dari QS. Al Baqarah ayat 173 tentang halal-haram yang artinya : “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak mengingkinkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Bagi yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan, seringnya jarak menjadi kendala dalam imunisasi. Menurut Doktor Hartono Gunardi anak-anak yang terlambat diimunisasi, perlu dilengkapi dengan imunisasi booster karena tidak ada istilah imunisasi bisa hangus.

Dalam hal penyelenggaraan imunisasi, Pemerintah Pusat bertanggungjawab terhadap penyediaan dan pendistribusian logistik imunisasi berupa vaksin, ADS, safety box, dan peralatan cold chain (sistem rantai pendingin – suatu sistim penyimpanan vaksin dengan suhu antara 2 – 8 derajat Celsius).  Untuk itu, diperlukan kerjasama multisektor antar Kementerian supaya target imunisasi bisa tercapai.

ttd-marso

Menikmati Kesegaran 1 Kilogram Sayuran Dalam Wheatgrass Shot

wheatgrassbnb

Salah satu super food yang wajib ada dalam daftar menu sehat bagi para pecinta gaya hidup sehat yaitu wheatgrass alias rumput gandum. Zat yang terkandung dalam wheatgrass terdiri dari 70 % klorofil yang bermanfaat untuk menstabilkan tekanan darah. Tak hanya itu, wheatgrass pun dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh (detoks). Berbagai manfaat yang terkandung dalam wheatgrass membuat banyak orang mencoba menanam sendiri di rumah, termasuk para seleb Indonesia seperti desainer kondang Ina Thomas.

Saya sebagai seorang Ibu yang doyan banget uji coba homemade jus buah atau jus sayuran di rumah, penting banget buat nyicipin satu sloki wheatgrass. Bertepatan dengan hari Kartini, saya bersama beberapa teman blogger nongkrong sehat bareng di Bless Nature’s Best atau kini lebih dikenal dengan BNB. Yeah, Kartini masa kini itu bukan hanya mengejar karir dan cita-cita. Kartini masa kini adalah mereka yang juga peduli pada urusan kesehatan.

wheatgrassrumput

Gambar sebelum diedit dari Youngandraw.com

Enggak sulit menemukan BNB, berlokasi di Jl. Terogong Raya Cilandak Jakarta Selatan, tepatnya di komplek pertokoan Hero. Buat yang belum pernah main ke daerah Terogong, mudah juga nyari alamatnya di maps. Babang ojek dijamin langsung mengantarkan Anda sampai di depan toko. Saat saya ke BNB, rupanya banyak babang ojek online seliweran memesan minuman atau makanan untuk delivery order.

Begitu masuk ke dalam BNB, di sisi sebelah kiri terdapat dua meja putih minimalis dan kursi yang bisa menampung 5 sampai 8 orang. Sambil menunggu pesanan dibuat, bisa intip juga rak-rak yang memajang produk-produk kesehatan atau mantengin para Mas Mas yang beratraksi mengolah buah beku menjadi smoothies. Yeah, pokoknya duduk-duduk cantik di BNB berasa lagi nongkrong di tempat-tempat nge-heits para kawula muda Ibukota *comotbahasa90an. Interiornya kekinian banget plus instagram-able.

Baca lagi yuk review saya tentang Raw Almond Milk-nya BNB.

Setelah mencicipi (lagi) Raw Almond Milk with Dates, Mbak Aulia selaku Manager BNB sempat bertanya “Mau coba minum wheatgrass ?”. Teman-teman blogger saling lirak lirik. Lalu, ada yang bertanya soal efek minum wheatgrass.

“Dulu pertama kali minum, saya sempat mual-mual, itu karena detoks. Setiap orang beda-beda sih hasilnya,” jelas Mbak Aulia. NAH LHO.

Mbak Aulia mengulangi pertanyaannya lagi, “Siapa aja yang mau nyobain wheatgrass ?”. Satu tangan, dua tangan dan akhirnya semua blogger yang hadir angkat tangan kompak kepingin nyicipin wheatgrass. Eh, kecuali Aris sih.

“Wheatgrass ini kami tanam sendiri. Yang nanem sih Steven (pengelola BNB), di rumahnya. Cara nanemnya pun indoor, enggak kena matahari. Suhunya kudu diatur banget.”

Saya berdecak kagum. Plis lah, saya nanem cabe aja langsung patah hati begitu cabenya udah numbuh subur trus digeragotin tikus.

“Di BNB sebelum wheatgrass diolah menjadi minuman, nyucinya pakai air mineral. Supaya tetap segar juga. Dan, diolahnya pakai juicer bukan pakai blender. ” kata Mbak Aulia sembari mengambil sekantong wheatgrass dari lemari pendingin. Tampilan Si Rumput Gandum mirip dengan daun kucai yang sering dimasak oleh Mamah saya. Bedanya lebih tipis daunnya. “Wheatgrass sebaiknya diminum pagi hari saat perut masih kosong supaya semua nutrisi terserap baik oleh tubuh” jelas Mbak Aulia, lagi.

Gelas-gelas sloki berisi cairan hijau wheatgrass lengkap dengan sepotong lemon sudah tersaji di hadapan teman-teman blogger. Fungsi lemon untuk menetralisir rasa setelah meneguk wheatgrass. Duh, menggoda banget itu wheatgrass-nya. Dalam sekali tegukan, rasa yang nempel di lidah mirip ketika saya minum jus bayam mentah saat hamil Mada. Enggak langu apalagi pahit. Segar !

Selanjutnya, tiba waktunya mencicipi another recommended menu. Saya tertarik dengan Smoothies Bowl. Saya memilih Pinacolada yang isiannya terdiri dari banana, pineapple, coconut oil dengan topping coconut flakes, pineapple, goji berry, chia seeds. Helena memilih Ginger Bread yang terdiri dari banana, cinnamon, ginger, raw almond milk dan topping potongan apel, flaxseeds, granola, diced fig. Mbak Ria Buchari dan Windah prefer memilih Berrylicious yang terdiri dari banana, mixberries, raw almond milk dengan topping berupa dates, granola, chia seeds, pumpkin seeds dan mixberries. Berbeda dengan yang lainnya, Mak Maya Siswadi memilih Pinanaberry yaitu campuran pineapple, banana, strawberry, raw almond milk, dates, dan extra kale. Sementara, Buncha Elisa Koraag memilih Cold Pressed Juice perpaduan apel, jeruk dan wortel.

Ini lho penampakannya Smoothies Bowl super enak dan sehat ala BNB :

pinacoladabnb

smoothiesbowlbnb

Berrylicious | Photo credit : Helena Safitri

Semangkuk Pinacolada ternyata sanggup membuat perut saya terasa full alias enggak kepingin makan lagi. Jadi, ketika Mix Salad dan Crudites disajikan di depan mata, saya hanya icip-icip dikit.

Baca ulasan saya soal 5 Sumber Antioksidan dalam Semangkuk Crudites.

Urusan harga menu, cukup worthy ya dengan manfaat yang didapat. Siapkan kocek antara 25k sampai 50k untuk menikmati menu enak plus sehat ala BNB Terogong. Bagi yang ingin pesan delivery, BNB hanya melayani wilayah Jakarta, untuk menjaga kualitas kesegaran makanan/minuman. Buat yang tinggal di luar Jakarta, bisa memesan dengan membawa cooler box sendiri.

BNB buka setiap hari Senin s/d Jumat dari jam 8 pagi s/d jam 8 malam. Untuk weekend Sabtu-Minggu, BNB hanya buka sampai pukul 3 sore. Yang kepingin pesan delivery, via whatsapp 082111380117 atau cusss langsung ke Instagram-nya BNB : BNBTerogong.

ttd-marso

 

salam